Tampilkan postingan dengan label Puncak papua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puncak papua. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Februari 2012

Korban Tewas Akibat Pilkada Papua Capai 57 Orang

Jayapura - Sebanyak 57 orang tewas dalam bentrok pemilihan umum kepala daerah di Ilaga, Kabupaten Puncak Papua. Bentrok sejak pertengahan tahun lalu itu melibatkan dua kubu, yakni Simon Alom dan Elvis Tabuni. Keduanya calon Bupati Puncak.

“Sudah ada 55 orang meninggal, Sabtu kemarin dua lagi meninggal dunia kena tembak,” kata Kepala Bidang Humas kepolisian Daerah Papua, Komisaris Besar Polisi Wachyono, Selasa, 8 Februari 2012.


Ia mengatakan, situasi Ilaga saat ini kondusif. Polisi menurunkan satu peleton pasukan Brigade Mobil untuk melakukan pengamanan di wilayah itu. “Ada satu peleton Brimob. Bentrok ini kan sudah dari tahun lalu. Polisi juga sudah mengupayakan perdamaian di sana, tapi bentrok masih saja terjadi,” ujarnya.

Sebelumnya, Sabtu, 4 Februari 2012 kemarin, dua orang warga dilaporkan tertembak dari kubu Simon Alom. Korban tewas bernama Yano Alom dan Makano Magai. Keduanya ditemukan tak bernyawa dengan bekas luka tembak di Distrik Gome, Kabupaten Puncak.

Dari informasi yang dihimpun Tempo, keduanya diserang saat sedang bersama sekitar delapan warga lain mencari bahan makanan di kebun. Ketika sedang mengambil umbi-umbian, tiba-tiba muncul sekelompok orang bersenjata yang langsung menembak. Delapan berhasil selamat melarikan diri. “Mereka diserang tiba-tiba, ada yang sembunyi di balik pohon. Nah, yang lain lari, namun dua orang tidak sempat dan meninggal,” kata Wachyono.

Ia menambahkan kedua jenazah kemudian dibawa warga lain dan dibakar menurut adat setempat pascakejadian. “Langsung dibakar saat itu. Kita belum tahu siapa pelaku sebenarnya. Mau tanya siapa di sana, mereka tidak tahu.”

Polisi, kata Wachyono, belum dapat mengambil keputusan melucuti senjata yang dimiliki pendukung Elvis Tabuni. “Belum bisa karena kelompok itu (yang bersenjata dan menembak) langsung menghilang,” ujar dia. Polisi menduga kelompok itu adalah gerakan bersenjata dari Puncak Jaya yang ke Puncak,” ujarnya lagi.

Kabupaten Puncak merupakan kabupaten hasil pemekaran dari Puncak Jaya. Kabupaten ini dibentuk pada 4 Januari 2008 berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Puncak bersama-sama dengan pembentukan lima kabupaten lainnya di Papua.

Pemilukada di Kabupaten Puncak sebelumnya akan digelar 9 November 2011 lalu. Namun, karena bentrok berkepanjangan, ditunda hingga batas waktu yang tidak ditentukan.
JERRY OMONA Sumber Tempo.co

Kamis, 05 Januari 2012

Konflik Pembantaian Kabupaten Puncak Papua Masih Berlanjut


Puncak Papua-SPB,- Situasi Kota Ilaga, Ibukota Kabupaten Puncak, Papua, Kamis malam, 5 Januari 2012, dilaporkan masih mencekam. Sedikitnya 20 penduduk perempuan dan anak-anak memilih ke Timika, sementara puluhan lainnya masih tertahan di Ilaga.
Konflik Papua (foto sbp-iltr)

Hubungan komunikasi ke Ilaga hingga Kamis masih sulit dilakukan. Tetapi menurut sejumlah penduduk yang tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika. Pada Kamis tidak ada bentrok antara pendukung calon Bupati Simon Alom dan Elvis Tabuni.
Menurut Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Puncak, Yunus Kelabetme, pada Kamis dua jenasah 2 orang 1 laki-laki dan seorang perempuan perempuan yang belum diketahui identitasnya, ditemukan warga. “Tidak ada bentrok antar warga. Warga masih urus soal tiga jenasah yang sudah ditemukan,” kata Yunus yang di konfirmasi SPB kamis,5/2012

Menurut Yunus jenasah laki-laki dan perempuan yang menderita luka tembak pada bentrok berdarah Rabu, 4 Januari 2012 , pada Kamis sudah dibakar. Sehari sebelumnya, jenasah Kepala Puskesmas Ilaga, Karel Mayau, juga sudah dibakar.

Tradisi bakar jenasah lazim dilakukan penduduk Papua Pegunungan Tengah, ketika perang terjadi diantara mereka.Pada Kamis pagi, dengan menggunakan pesawat Trigana Air, sebanyak 20-30 penduduk Kota Ilaga tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika. Sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Menurut seorang pekerja konstruksi di Kota Ilaga, John, ketika mendarat di Bandara Timika, masih banyak penduduk yang ingin ke Timika. Tetapi jalan ke Lapangan Terbang Ilaga diblokir oleh pendukung salah satu calon bupati lengkap dengan senjata api.“Hingga tadi (Kamis) pagi situasi Kota Ilaga masih mencekam. Bupati dan semua pejabat daerah dilarang keluar dari Ilaga. Massa juga melakukan aksi palang jalan ke arah bandara (lapangan terbang) dengan kayu,” kata John.

Menurut pengakuan John, ada enam warga yang tertembak. Dua diantara langsung meninggal. Lokasi bentrok, kata John, terjadi di Distrik Ilame, Kabupaten Puncak, Papua. “Banyak juga warga yang luka kena panah dan kondisinya kritis. Saat bentrok ada warga sipil yang bawa dua pistol dan senjata laras panjang,” kata John.

John dan sejumlah penduduk Ilaga mengeluhkan kurangnya frekuensi penerbangan ke daerah terpencil itu. Pada Kamis hanya ada satu penerbangan ke Timika. “Hari ini (Kamis) hanya ada satu penerbangan. Ini membuat evakuasi korban luka dan tewas tidak dapat dilakukan. Warga berharap pemerintah dan pihak terkait dapat ke lokasi dan menyelesaikan persoalan ini,” kata John.

Sebelumnya di tahun 2011, bentrok terjadi pendukung dua kandidat bupati Simon Alom dan Elvis Tabuni di kabupaten itu, pada insiden itu sekitar 21 warga tewas dan tidak sedikit pula terluka (@tw)