Selasa, 13 Desember 2011

Pasukan Keamanan Tentara dan Polisi Serang , Markas OPM di Paniai


Pasukan TNI/POLRI
Theindonesiatoday.com - Pasukan keamanan terdiri dari Polisi Brigade Mobil (Brimob) dan tentara Indonesia dilaporkan telah menyerang tempat yang diduga sebagai markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) di daerah Paniai, dekat ke Timika Selasa (13 Desember).
Janus Siregar, kepala polisi Paniai, kata seorang petugas polisi, Supono, mendapat ditembak di kaki kanannya dalam operasi itu.

Pembakaran Rumah warga di paniai 
Leo Yeimo, juru bicara OPM Tentara Pembebasan Nasional (TPN), mengatakan 20 orang ditembak di tembakan. "Kami tidak tahu berapa banyak orang meninggal lagi," Leo dikutip oleh Koran Tempo pagi ini.
Leo mengatakan tidak semua dari mereka adalah anggota OPM. Beberapa warga sipil. Dia mengklaim bahwa pasukan keamanan membakar sekitar 50 rumah di daerah Euda.

Pejabat pemerintah Paniai mengungkapkan bahwa sekitar 500 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka di Kagouto, Deiy, Badawo, dan desa Wamalik. Mereka telah pindah ke kabupaten Paniai Barat.
Sebelumnya pada Selasa, Papua Barat Media melaporkan bahwa pasukan keamanan menyerang pangkalan unit gerilya Tentara Pembebasan Nasional (TPN) Komandan, Jhon Yogi.
Papua Barat Media merilis laporan setelah menerima informasi dari koresponden lokal di Paniai. Menurut koresponden lokal, Markas Eduda telah dikepung oleh pasukan keamanan di 13.30 waktu setempat. Kemudian pada 14:05 waktu setempat, pasukan keamanan dilaporkan telah memasuki Markas Eduda dan mulai membakar rumah-rumah. Papua Barat Media juga melaporkan serangan dari udara (dengan helikopter).
Ini bentrokan antara pasukan keamanan dan TPN hanya seminggu setelah Brimob didirikan kantor pusat baru di Paniai pada tanggal 7 Desember 2011 untuk melancarkan serangan ofensif terhadap kelompok Yohanes Yogi. Brimob dilaporkan telah mengevakuasi 542 orang dari Dagouto, Kopabatu, dan desa-desa lain di kabupaten Paniai untuk mendirikan kantor pusat baru.
Paniai adalah salah satu hotspot konflik di Papua. Semua sekolah yang sebelumnya sementara waktu ditutup sampai 5 Desember dan menyapu oleh pasukan keamanan terlihat di sembilan kabupaten di Paniai. Unit Brimob telah dilaporkan dalam bentrokan dengan unit gerilya bersenjata TPN / OPM yang dipimpin oleh Jhon Yogi pada 3 Desember. Yohanes Yogi tahu sebagai anak Tadius Yogi, salah satu pemimpin Papua Merdeka Organisasi (OPM). Bupati Paniai Naftali Yogi pada tanggal 26 November juga menegaskan bahwa OPM kelompok yang dipimpin oleh Tadius Yogi ada di wilayahnya. Menurut Naftali, kelompok memiliki senjata AK-47 jenis.
 Ada juga peristiwa berdarah dilaporkan oleh Tabloidjubi.com pada 15 November, ketika petugas Brimob telah menembak mati delapan penambang emas di tambang emas tradisional di Sungai Degeuwe, Paniai pada tanggal 13 November. Tapi, baik Kepolisian dan Papua polisi, membantah laporan-laporan. 
(Haryanto@theindonesiatoday.com), Published, theindonesia-tuday

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar