Jumat, 23 Desember 2011

LPS Mengutuk Pasukan Militer Dan Polisi Indonesia Untuk Serangan Barbar Pada Masyarakat Papua Barat


Oleh Prof Jose Maria Sison
Ketua Liga Internasional Perjuangan Rakyat

Kami, Liga Internasional Perjuangan Rakyat, mengutuk dalam terkuat istilah militer Indonesia dan pasukan polisi untuk barbar serangan terhadap rakyat Papua Barat, terutama di daerah besar Paniai sejak Desember 13.

Organisasi hak asasi manusia telah melaporkan bahwa sejumlah orang Papua Barat telah tewas dan terluka. Dua puluh tujuh desa telah diratakan dengan tanah. Lebih dari 20.000 orang terpaksa mengungsi lebih dari 130 desa dan rentan terhadap kelaparan dan penyakit. Serangan telah dilakukan oleh pasukan darat Indonesia dan oleh helikopter.
Terlibat dalam serangan batalyon tempur lebih dari empat Tentara Indonesia (TNI) dari Batalyon Kostrad 753 pasukan komando, Brimob paramiliter polisi, dan elit kontra-terorisme pasukan dari Detasemen
88 - semua unit dipersenjatai, dilatih, dan dipasok oleh Australia dan pemerintah AS.


Sejak April 2011, mereka telah dikerahkan untuk mengepung dugaan markas besar Paniai Papua Merdeka Tentara Pembebasan Nasional (TPN-OPM), di bawah komando Jenderal Jhon Yogi. Mereka telah dijatuhkan oleh helikopter ke 26 desa di sekitar dicurigai TPN-OPM markas.

Namun serangan yang sedang berlangsung telah gagal untuk menjebak dan menghancurkan TPN-OPM
Mereka telah melayani untuk melaksanakan kebijakan genosida Jakarta untuk pembantaian dan menggantikan orang-orang dari rumah mereka dan tanah. TPN-OPN telah menimbulkan korban pada pasukan militer Indonesia dan polisi dengan melakukan taktik gerilya.

Pembela hak asasi manusia di Papua Barat telah menuduh Pemerintah Australia dan Australia milik perusahaan pertambangan, Paniai Emas, dari material yang tertarik dan aktif terlibat dalam serangan yang sedang berlangsung pada orang-orang Papua Barat. Detasemen 88 adalah pasukan khusus yang terlatih dan dipersenjatai oleh Amerika Serikat dan militer Australia. Telah diculik, disiksa dan dibunuh biasa Papua Barat jauh lebih banyak daripada anggota TPN-OPM.

Dalam operasi militer saat ini, militer Indonesia dan polisi telah digunakan helikopter milik Derewo Sungai Emas (DRG) proyek, yang dioperasikan oleh Paniai Gold dan dimiliki sepenuhnya oleh emas yang berbasis di Melbourne perusahaan pertambangan Barat Wits Pertambangan. Para korup dan brutal negara Indonesia boneka Australia dan perusahaan-perusahaan multinasional Amerika Serikat.

Liga Internasional Perjuangan Rakyat mendukung rakyat Papua Barat dalam menegakkan dan membela hak mereka untuk menentukan nasib sendiri sebagai komunitas terhadap negara Indonesia dan menindas yang master imperialis. Negara Indonesia tidak memiliki hak untuk menimbulkan kotor dan sistematis pelanggaran hak asasi manusia pada individu, kelompok atau seluruh komunitas. Hak kedaulatan rakyat untuk upah revolusi dan menggulingkan sebuah negara yang menindas tidak berbeda dari atau sangat mirip ke kanan untuk memisahkan diri atau terpisah dari itu.

Dalam proses revolusioner, orang-orang (baik itu dari seluruh Indonesia atau Papua Barat pada khususnya) memisahkan diri dari menindas negara dan mendirikan negara baru yang membawa tentang adil dan hubungan yang harmonis. Dalam perjalanan, organ perang lokal rakyat kekuasaan politik yang pertama kali didirikan dan menjadi dikembangkan sebelum mereka dapat menggantikan negara reaksioner lama.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar