Sabtu, 31 Maret 2012

Menangislah Karena Allah

oleh Saiful Islam

Allah menghendaki kehidupan manusia senantiasa mengalami berbagai perubahan antara senang dan sedih, suka dan duka, sehat dan sakit. Sebagaimana biasa mengalami lapang dan sempit, harap dan takut, tertawa dan menangis. Semua ini adalah aturan Allah yang sangat bermanfaat bagi setiap mukmin demi meningkatkan ketakwaan.

Dan akan menjadi bencana bagi yang tidak beriman, karena dia tidak sadar bahwa
semua itu adalah bekal yang sangat bermanfaat bagi peningkatan derajat dalam kehidupan. Karena itu, dalam menyikapi semua kondisi yang dihadapi ini manusia tidak terlepas dari salah satu dianatara dua nilai, yaitu positif dan negatif atau benar dan salah, baik menurut pandangan manusia atau pun pandangan Yang Maha Kuasa.

Seseorang dapat meingkatkan keimanannya dengan menjalin ukhuwwh Islamiyah yang sering dihiasi dengan senyuman dan juga dapat meningkatkan taqarrub kepada
Rabbnya dengan sering mengis karena menyadari akan kelalaian dalam melaksanakan kewjiban dimasa lalu, dan menangis karena takut akan kekeliruan dalam memhami dan salah mengamalkan ajaran Ilahi yang mesti ditatinya demi leselamatan dan kemaslahatn dimasa mendatang.

Manangis adalah akhlaq para nabi dan kebiasaan para shalihin. Namun tentu bukan sekedar menangis, melainkan menangis yang membuktikan penghambaan diri yang muncul dari kesadaran yang sangat mendalam.

Sadar bahwa dirinya adalah makhluk yang lemah yang selalu memerlukan pertolongan; hamba yang menyadari sering lalai terhadap aturan-Nya; hamba yang sangat bodoh tapi sring menyombongkan diri dengan ilmu yang sangat sedikit; hamba yang tidak memiliki apa-apa tapi berlaga sombonga seakan-akan apa yang ada dalam dirinya adalah miliknya; sungguh semua yang ada pada diri seorang hamba baik berupa jasad kesehatan, harta, jabatan atau lainnya, semua itu adalah amanat yang mesti dipelihara dengan menggunakannya sesuai fungsinya dan mesti dipertanggungjawabakan pada saat yang tidak lama lagi akan tiba.

Para nabi menangis karena melihat ummat yang sedang mendertia kebejadan akhlaq dan penyimpangan aqidah serta kerusakan pemahaman terhadap syari’ah yang telah Allah tetapkan bagi mereka. Para ualama sering menangis karena khawatir tidak dapat melanjutkan perjuangan Rasul akibat beratnya tantangan dan kurangnya kemampuan serta meluasnya kema’siatan.

Bila dibacakan kepada mereka ayat Allah yang berisi perintah, mereka menyadari belum dapat melaksanakan perintah sebagaimana mestinya. Sebaliknya bila dibacakan ayat yang mngandung larangan, mereka selalu ingat akan semua perbuatan yang menurut pandangan manusia tidak termasuk pelanggaran, padahal boleh jadi, tanpa disadari, dihadapan Allah sering sekali melakukan pelanggaran.

Bila dibacakan ayat-ayat tentang kenikmatan surga, terbayanglah orang lain sedang menikmatinya, sementara dirinya sedang dalam penderitaan menonton dari kejauhan apa yang dinikmati ahli surga, karena menyadari belum beramal sebagaimana mestinya yang memenuhi kriteria untuk menjadai mauttaqiin shalihin.

Bila sudah melaksanakan sebagain perintah-Nya, mereka yakin bahwa tiada yang dapat mengetahui apakah amalnya memenuhi syarat diterma Allah ataukah tidak. Dan bila bertaubat, dari mana diketahui bahwa taubatnya memenuhi syarat untuk diterima dihadapan Allah.

Semakin tinggi ketakwaan seseorang maka semakin mudah baginya mengetahui kesalahan dan kelalian dirinya dan semakin menyadari bahwa dirinya masih jauh untuk mencapai tingkat muttaqin.

Karenanya ketakutan kepada Allah akan semakin meningkat, demikian pula harapan akan ampunan semakin bertambah. Wallahu 'alam.

Sumber : http://www.eramuslim.com/nasihat-ulama/menangislah-karena-allah.htm


Share

SINOPSIS Rooftop Prince


  •  Title: 옥탑방 왕세자 / Oktabbang Wangseja
  •     Also known as: Attic Prince
  •     Genre: Fantasy, comedy, romance
  •     Episodes: 20
  •     Broadcast network: SBS
  •     Broadcast period: 2012-Mar-21 to 2012-May-??
  •     Air time: Wednesday & Thursday Night 21:55
  •     Original Soundtrack: Rooftop Prince OST
Sinopsis Ringkas Rooftop Prince
“Rooftop Prince” menceritakan tentang pangeran dari dinasti Joseon yang ditinggal mati istrinya. Ketika merasa kehilangan, tiba-tiba ia terdampar di abad 21. Saat kebingungan, ia bertemu dengan wanita yang sangat mirip dengan istrinya dan jatuh cinta padanya.
Serial tersebut diarahkan sutradara Shin Yoon Seob dan tayang mulai Maret. Para pemain yang ikut membintangi serial ini antara lain Han Ji Min (“Padam Padam”), Lee Min Ho (II) (“The Moon Embracing Sun”), Jung Seok Won (“High Kick Through The Roof”-2010) dan Choi Woo Shik (“Tree With Deep Roots”-2011).

Klik Link Di Bawah ini Untuk Melihat Sinopsis Lengkap Serial Drama Rooftop Prince Episode 1 – Episode 20 Terakhir
Full Sinopsis By Bengawan Seoul & Just Recaps Lewat @Buku Sinopsis
*Link Sinopsis ROOFTOP PRINCE ini Masih belum Lengkap Di Dikarenakan “Masih Tayang” Harap Bersabar Untuk Menunggu Update Sinopsis Selanjutnya ^_^” Mohon Maaf  BILA ADA LINK SALAH SILAHKAN KOMENTAR

Jumat, 30 Maret 2012

Sign Up for BBI 1st Giveaway Hop

Untuk merayakan ulang tahun pertama BBI (Blogger Buku Indonesia) yang pertama, saya bersama Mba Fanda (Fanda's Historical Fiction) dan Maya (Dear Readers) menjadi host Giveaway Hop kali ini dalam memeriahkan event ulang tahun BBI.

Apa itu giveaway hop?
Giveaway hop adalah beberapa blogger yang mengadakan giveaway dengan tema yang sama secara serentak, masing-masing memposting di blognya sendiri. Dalam giveaway hop biasanya ada host (penyelenggara).

Para peserta Giveaway Hop ini adalah para blogger yang sudah tergabung dalam BBI atau yang sudah terdaftar DISINI. Jika berminat mengikuti Giveaway Blog, silakan daftarkan dulu blog kamu dengan cara meninggalkan komentar pada link yang sama.

Waktu dan Tema:
  • Waktu posting: 13 April 2012 (kalau bisa sebelum pukul 12:00 siang)
  • Waktu giveaway: 13 April s/d 26 April 2012
  • Hadiah: Buku karangan penulis lokal (jumlah buku terserah)

Posting Giveaway Hop:
  • Judul (harus seragam): BBI 1st Giveaway Hop.
  • Mencantumkan blog Fanda's Historical Fiction, Kumpulan Sinopsis dari Okeyzz dan Dear Readers sebagai host.
  • Mencantumkan button BBI 1st Giveaway Hop di bawah ini.
  • Teknis pelaksanaan giveaway terserah pemilik blog masing-masing, tapi saran kami jangan memberi pertanyaan/tugas terlalu sulit (misal bikin cerpen), karena waktu peserta pasti terbatas karena banyak blog yang bikin giveaway juga.
  • Bagi yang ingin memakai form dengan Google Docs atau Rafflecopter (tool khusus untuk giveway), kami menyediakan tutorial-nya. Untuk Google Docs klik DISINI, sedang untuk Rafflecopter klik DISINI.








Serunya Giveaway Hop ini adalah...
Begitu kita masuk salah satu blog yang mengadakan giveaway, maka kita akan langsung menemukan juga link blog-blog SEMUA anggota BBI yang ikutan giveaway hop ini (kami akan menyediakan linky tools untuk diletakkan pada posting kalian -- menyusul).


PENDAFTARAN GIVEAWAY
Agar bisa mendata jumlah peserta, kalian (anggota BBI) yang berminat ikut serta di giveaway hop ini, harap mendaftarkan link blognya di linky tool di bawah ini (posting atau hadiah boleh ditentukan kemudian). *Linky tool akan ditutup tanggal 12 April 2012 pukul 24:00 WIB

SINOPSIS Fashion King Episode 1 – 20 Episode Terakhir

 
  • Judul Serial Drama : 패션왕 / Fashion Wang/ Fashion King
  • Genre: Romance, drama
  • Jumlah Episode: 20
  • TV yang Menyiarkan: SBS
  • Waktu Penayangan: 2012-Mar-19 to 2012-May-??
  • Mengudara: Monday & Tuesday Night 21:55
  • Original Soundtrack: Fashion King OST
Sinopsis Ringkas
Sinopsis Fashion King Korean Drama ini menceritakan kisah tentang seorang calon desainer muda bernama Kang Young Gul (Yoo Ah In) yang tidak memiliki apapun dan mulai bisnis fashion sebagai vendor di pasar Dongdaemun. Dia tidak pernah memiliki tujuan atau impian untuk masa depan yang cerah sampai ia bertemu Lee Ga Young (Shin Se Kyung) yang kehilangan kedua orang tuanya dalam kecelakaan di usia muda, dan dia tumbuh menjadi wanita, cerdas muda ditentukan dengan bakat alami untuk merancang. Dan kemudian mereka membuat hit besar di industri mode ke desainer kelas dunia.
Jung Jae Hyuk (Lee Je Hoon) adalah chaebol generasi kedua untuk perusahaan besar yang meliputi konstruksi, distribusi, dan fashion. Choi Anna (Kwon Yu Ri) yang datang untuk bekerja di bawah seorang desainer internasional terkenal atas.
klik Link Di Bawah Ini Untuk Melihat Sinopsis Lengkap Serial Drama Fashion King Episode 1 -20 Episode Terakhir
Detail Serial Drama By http://wiki.d-addicts.com
Sinopsis Ringkas by http://asianlovernews.com/
Sinopsis Fuul By All About Drama , mylittleworld-ismi Lewat @Buku Sinopsis
*Link Sinopsis Fashion king ini Masih belum Lengkap Di Dikarenakan “Masih Tayang” Harap Bersabar Untuk Menunggu Update Sinopsis Selanjutnya ^_^” Mohon Maaf  BILA ADA LINK SALAH SILAHKAN KOMENTAR

Keutamaan Istighfar

Keutamaan Istighfar

Muhammad Shalih Al-Khuzaim dalam bukunya Shifat Shalat Qiyamullail, menjelaskan bahwa istighfar merupakan penutup amal saleh, penutup shalat, haji, puasa, dan juga penutup majelis. Istighfar berfungsi untuk menutupi kekurangan-kekurangan yang diperbuat selama melaksanakan ibadah tersebut. Selain itu, istighfar juga sebagai penyebab utama mendapatkan ampunan Allah SWT.

Karena itu, setiap Muslim hendaknya memperbanyak istighfar dalam berbagai kesempatan. Minimal mengucapkan: Astaghfirullah, Rabbighfirli, Allahummaghfirli, dan yang lainnya. Melalui istighfar tersebut seseorang akan memperoleh banyak keutamaan.

Pertama, dihapus kejelekannya dan diangkat derajatnya. "Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS An-Nisa' [4]: 110).

Kedua, dilapangkan rezeki, anak, harta, dan penyebab turunnya hujan. "Maka Aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?" (QS Nuh [71]: 10-13).

Ketiga, ditambah kekuatannya. "Dan (dia berkata): 'Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa'." (QS Hud [11]: 52).

Keempat, dilenyapkan dosanya. Setiap dosa meninggalkan noda hitam pada hati. Noda hitam bisa lenyap dengan melakukan istighfar. "Sesungguhnya bila seorang Mukmin melakukan satu dosa, pada hatinya timbul satu noda hitam. Bila dia bertobat, berhenti dari maksiat, dan beristighfar, niscaya mengilap hatinya." (HR Ahmad).

Kelima, dimudahkan segala urusannya. "Barangsiapa membiasakan diri untuk beristighfar, Allah akan memberikan jalan keluar baginya dari setiap kesulitan, akan memberikan kebahagiaan dari setiap kesusahan, dan akan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR Abu Daud dan Ibnu Majah).

Untuk itu, ketahuilah, dalam sebuah atsar disebutkan bahwa, "Sesungguhnya Iblis pernah berkata: 'Aku membinasakan manusia dengan dosa, dan mereka membinasakanku dengan La Ilaha Illallah dan istighfar'." Wallahu a'lam.

Sumber :  http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/hikmah/10/09/27/136614-keutamaan-istighfar


Share

Kamis, 29 Maret 2012

SINOPSIS Love Rain Episode 1 - 20 Episode Terakhir


  •     TV Show: Love Rain
  •     Revised romanization: Sarangbi
  •     Hangul: 사랑비
  •     Director: Yoon Seok-Ho
  •     Writer: Oh Soo-Yeon
  •     Network: KBS2
  •     Episodes: 20
  •     Release Date: March 26, 2012 - May, 29 2012
  •     Runtime: Mon & Tue 21:55
  •     Language: Korean
  •     Country: South Korea 
Sinopsis Ringkas Serial Drama Love Rain 

"Love Rain" menceritakan kisah dua orang mahasiswa era 1970-an, Yoona dan Geun-suk. Karena berbagai rintangan yang harus dihadapi, cinta mereka tak bisa disatukan saat itu. Namun tak disangka-sangka, kedua anak mereka di masa depan pun bertemu dan saling jatuh cinta.

Jang dan Yoona akan memerankan dua karakter sekaligus dalam serial ini. Mereka akan berperan sebagai pasangan kekasih di era 1970-an dan tahun 2012.

Serial ini digawangi dua sineas Korea yang sukses menggarap "Winter Sonata" di 2002, yakni sutradara Yoon Seok-Ho dan penulis naskah Oh Su Yen. "Love Rain" dijadwalkan rilis Maret dan diproduksi dalam 20 episode. 

Klik Link Di bawah Ini Untuk Melihat Link Sinopsis Love Rain Episode 1 - Episode 20 terakhir
Full Sinopsis By All About Drama
*Link Sinopsis Love Rain ini Masih belum Lengkap Di Dikarenakan "Masih Tayang" Harap Bersabar Untuk Menunggu Update Sinopsis Selanjutnya ^_^" Mohon Maaf  BILA ADA LINK SALAH SILAHKAN KOMENTAR

Sinopsis The Princess Man Episode 1- Episode Terakhir

  
    Title: 공주의 남자 / Gongjooeui Namja
    Genre: Period, romance
    Episodes: 24
    Broadcast network: KBS2
    Broadcast period: 2011-Jul-20 to 2011-Oct-06
    Air time: Wednesday & Thursday 21:55  
Klik Link Di Bawah ini Untuk Sinopsis Lengkap The Princess man Episode 1 - Episode 24 Sinopsis The Princess Man


Rating: 4.5

Rabu, 28 Maret 2012

Presiden SBY - Sekjen PBB bicarakan masalah Papua

SBY Bersama Ban Ki-Moon (foto antara)
Bogor (ANTARA News) - Masalah gangguan keamanan di Papua menjadi salah satu topik yang dibicarakan dalam pertemuan bilateral antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Sekretaris Jenderal Ban Ki-Moon yang berlangsung sekitar satu jam.

Dalam konferensi pers usai pertemuan bilateral di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa, Presiden menegaskan kepada Ban Ki-Moon bahwa menjaga keutuhan dan kedaulatan wilayah Indonesia adalah salah satu tugas konstitusional yang wajib dijalankan oleh pemerintah.
Meski demikian, Kepala Negara juga menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk menindak para prajurit dan aparat kepolisian yang melanggar hukum dan hak asasi manusia di Papua.
Manakala ada hal-hal bertentangan dengan disiplin atau pun hak asasi manusia yang bisa dilakukan oleh prajurit atau anggota polisi kami, Indonesia juga menegakkan hukum atasnya
"Manakala ada hal-hal bertentangan dengan disiplin atau pun hak asasi manusia yang bisa dilakukan oleh prajurit atau anggota polisi kami, Indonesia juga menegakkan hukum atasnya," ujar Presiden.


Selain masalah Papua, pertemuan bilateral dengan Sekjen PBB juga membahas tentang kerukunan umat beragama di Indonesia.

"Kami juga membicarakan upaya Indonesia untuk menjaga kerukunan di antara umat beragama. Meskipun selalu ada tantangan seperti yang dihadapi beberapa negara, tetapi kami terus berupaya menjaga kerukunan di antara komponen bangsa Indonesia," tutur Presiden Yudhoyono.

Dalam pertemuan bilateral, Presiden dan Sekjen PBB juga membicarakan berbagai masalah global dan regional seperti situasi di Timur Tengah, Afrika Utara, dan juga ancaman konflik di Selat Hormuz.

"Di tingkat regional kami juga membicarakan, mendiskusikan perkembangan di Laut China Selatan, Myanmar, Semenanjung Korea, maupun juga perbatasan Thailand dan Kamboja," ujar Presiden.

Dalam bidang kesejahteraan sosial, Presiden membicarakan upaya tercapainya tujuan pembangunan emas atau Millenium Development Goals (MDG's) bagi seluruh negara-negara di dunia.

Menurut Presiden, dalam pembicaraan tersebut juga dibahas mengenai peningkatan hubungan bilateral Indonesia-PBB dalam kerangka kerjasama strategis.

Sedangkan Ban Ki-Moon dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas peran aktif Indonesia dalam kancah pergaulan Internasional.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Presiden Yudhoyono untuk pastisipasi aktif Indonesia dalam PBB," ujarnya.

Ban Ki-Moon berharap Indonesia yang memiliki sejarah panjang dalam pengiriman pasukan perdamaian PBBB dapat terus meningkatkan partisipasinya. Ia pun mengapresiasi Presiden Yudhoyono sebagai kepala negara yang pernah menjadi anggota pasukan perdamaian PBB di Bosnia pada era 90-an.

"Saya berharap kontribusi Indonesia dalam operasi penjaga perdamaian PBB, khususnya dalam misi-misi tersulit PBB seperti di Haiti, Lebanon, dan Darfur," ujarnya.

Ban Ki-Moon dalam keterangannya juga menyampaikan penghargaan atas peran Indonesia dalam mencari solusi masalah global seperti mengatasi perubahan iklim.

Sedangkan Presiden Yudhoyono menyampaikan kesiapan Indonesia untuk meningkatkan peran internasional sesuai dengan amanat Undang-undang Dasar 1945.

(D013)

Editor: Ella Syafputri (antara)

Struktural diskriminasi terhadap orang Papua Terjadi banyak kabupaten di Papua

Papuan (foto Ilustrasi)
Sebuah laporan sangat mengungkapkan tentang bagaimana masyarakat adat Papua sedang menolak akses ke sesuatu yang mendasar seperti pendidikan, dengan demikian mempertahankan posisi mereka sebagai Tertindas (tapol)

Penulis buku, Paradoks Papua, The Paradox Papua. mengatakan bahwa ada diskriminasi sistematis terhadap rakyat asli Papua di Keerom di semua bidang usaha.

Cipry Jehan, penulis, berbicara pada seminar tentang Hanya Pembangunan yang diselenggarakan oleh Gereja Katolik di Keuskupan Keerom.

"Ada ketidakadilan sosial struktural di Kabupaten Keerom dan disusun sekitar rakyat marga dan agama. '

Ia mengatakan bahwa diskriminasi ini terlihat dalam semua aspek kehidupan dan karena pemerintah memusatkan semua pengembangan kegiatan di distrik Arso dan Skamto.


'Kedua kabupaten yang dihuni oleh transmigran (pendatang baru dari Papua luar) sedangkan penduduk asli Papua tinggal sebagian besar di Waris dan Towe dan mereka tidak dipenuhi dalam semua perkembangan ini.'

Ia mengatakan bahwa diskriminasi di bidang pendidikan ini terbukti dari tingkat taman kanak-kanak sampai ke tingkat sekolah menengah. Misalnya, di Kecamatan [Keerom], pembibitan sekolah [taman Kanak-Kanak] tersebar di seluruh kabupaten sedangkan di distrik Waris dan Towe Hitam yang mana mayoritas penduduknya adalah penduduk asli Papua, tidak ada fasilitas pendidikan sama sekali. 'Pendidikan fasilitas untuk orang Papua sangat mengecewakan memang.'

Penulis yang diri dari pulau Flores.said ia merasa sangat menyesal untuk penduduk asli di Keerom yang tidak mendapatkan hak mereka untuk pendidikan. 'Ini adalah setelah semua salah satu yang paling penting dari semua hak-hak masyarakat. Pemerintah tidak memperhatikan masalah penting ini.

"Pemerintah jauh lebih konsisten tentang pengiriman pasukan ke daerah ini daripada mengirim dokter teachers.and," katanya.

SINOPSIS The King 2 Hearts Episode 1 - 20 Episode Terakhir


THE KING : 2 HEARTS (더킹 투하츠)
Judul awal :THE KING atau 더 킹 (Deo King)
Tayang perdana : March 2012
Jam Tayang : 9:55 pm (korean time)
Official site : MBC
Penulis Skenario: 홍진아 Hong Jin Ah (Beethoven Virus)
Sutradara : 이재규 Lee Jae Gyu (Damo, Fashion 70, Beethoven Virus)
Rumah Produksi : Kim Jong Hak Productions
website Resmi : klik disini
Jumlah Episode : 20 Episode
Pemeran Utama : Ha Ji Won, Lee Seung Gi, Lee Yoon Ji, Cho Jung Seok
Pemeran Pendukung : Lee Soon Jae, Yoon Yeo Jung

Filmseri televisi The King adalah drama komedi hitam (Black Comedy) tentang dua negara Korea yang berseteru dan secara fiktif dikisahkan pada masa sekarang ini masih memiliki raja-raja yang berkuasa.

Lee Seung Gi berperan sebagai Lee Jae Ha, adik raja di Korea Selatan. Ia adalah seorang playboy yang tidak tertarik politik sama sekali. Meski begitu ia punya IQ yang tinggi dan berjiwa patriotik. Dalam suatu latihan bersama dengan Korea Utara, ia bertemu dengan seorang perwira cantik, Kim Hang Ah, yang sangat jagoan namun juga berjiwa romantis. Mereka tentu saja tidak cocok dan selalu bertengkar setiap kali bertemu, tapi mereka juga tak bisa menghindar dari tugas negara dan terpaksa bekerja sama. Lama kelamaan benih cinta mulai tumbuh juga di antara mereka. Tapi sang Pangeran kemudian menyadari bahwa seorang kakaknya meninggal karena dibumuh oleh pihak Korea Utara, dan ia diminta kelompok yang berpengaruh untuk membalaskan dendam keluarga. Masalahnya, Jae Ha telah terlanjur mencintai Hang Ah.

Klik Link di bawah Ini Untuk Melihat Sinopsis lengkap The king 2 Hearts  Episode 1 - 20 Episode Terakhir
Thank's For Review K-drama by mutiara2 @Lautan Indonesia
Sinopsis Full By my-allaboutdrama & just Recap

KNPB Serukan Demo Dukung Konferensi Guinea Raad di Belanda

Foto Ilustrasi
Jayapura--- Menyikapi konferensi New Guinea Raad yang akan digelar di Kerajaan Belanda pada 02 April 2012, Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menyerukan aksi demo damai pada, Senin (2/4) mendatang di Taman Imbi, Jayapura, Papua untuk mendukung penyelenggaraan konfrensi tersebut.

Kepada suarapapua.com, ketua I KNPB, Mako Tabuni mengatakan, KNPB akan menggelar demo damai dalam rangka mendukung konferensi New Guinea Raad di Belanda yang akan dihadiri beberapa anggota parlemen Belanda, juga aktivis Papua Merdeka di Belanda.
“KNPB menghimbaukan kepada seluruh rakyat Papua Barat yang ada di kota Jayapura untuk turut berpartisipasi dan mengambil bagian dalam aksi demo tersebut,” ujar Mako.


Mako juga meminta kepada seluruh rakyat Papua Barat yang akan ikut ambil bagian dalam demo untuk mendukung konferensi Dewan New Guinea Raad di Belanda.

“Masyarakat yang akan hadiri demo, kami himbau untuk datang dengan mengenakan pakaian adat daerah masing-masing," ujar Mako.

Mako menjelaskan, dalam konferensi tersebut akan dihadiri beberapa pembicara utama diantaranya, Benny Wenda sebagai diplomat Papua Barat dan Jennifer Robinson perwakilan dari Internatonal Lawyers for West Papua (ILWP).

Sedangkan dari parlemen Belanda, akan hadir Wim  Kortenoeven, anggota parlemen Belanda dari partai PVV, Cees Van Der Staaij, anggota parlemen Belanda dari partai SGP, Joel Voordewind, anggota parlemen Belanda dari partai Christine Unie (CU), dan Harry Van Bommel, anggota parlemen Belanda dari Partai SP.

Selain itu, aksi yang digelar KNPB juga dalam rangka mendukung pembukaan Teater "De Papua In Het Huis Van Smaragd" dengan "Thema Manusia Papua Dalam Rumah Jamrud".

Teater tersebut bercerita tentang nasib anak Papua yang ditinggalkan oleh Bapak Belanda dan hidup susah dalam rumah Bapak Tiri Indonesia.

“Dukungan dan kehadiran rakyat Papua Barat yang diperlukan agar aksi dapat berjalan dengan baik, dan diharapkan menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung.”

Sebelum melalukan peluncuran IPWP di Belanda, sudah terbentuk juga di Inggris, Australia, Papua New Guinea, dan beberapa wilayah pasific lainnya.

Peluncuran IPWP di Belanda dikordinir langsung oleh beberapa pengacara internasional, bersama dengan Benny Wenda, salah satu aktivis Papua Merdeka yang telah bermukim di Inggris.
sumber; Suara papua

Papua Sejak Dulu Sudah Persoalan Internasional

Rev. Socratez Sofyan Yoman (foto Dok)
*Oleh: Socratez Sofyan Yoman

Cendikiawan ternama dan juga peneliti LIPI terkemuka, Dr. Ikrar Nusa Bhakti mengakui: “Bahwa sejak dulu hingga kini, persoalan Irian Jaya (sekarang: Papua) bukan hanya persoalan antara Indonesia dan penduduk Papua, melainkan juga persoalan yang menyangkut dunia internasional. Ia bukan hanya mengaitkan hubungan antar masyarakat, antara masyarakat dan pemerintah, antara pemerintah dan pemerintah, tetapi juga antara gereja” (Yoman: Integrasi Belum Selesai, 2010, hal. 85; dan Otonomi, Pemekaran dan Merdeka (OPM), 2010, hal. 98, dan Opini: Pasific Post, Kamis, 9 Juni 2011, dan Bintang Papua, Jumat, 10 Juni 2001, hal.5.)
 
Pada waktu Papua diintegrasikan (dianeksasi)  secara paksa dengan moncong senjata dan proses kepalsuan serta kebohongan publik dalam sejarah PEPERA 1969  ke dalam wilayah Indonesia demi kepentingan ekonomi, politik dan keamanan, dunia internasional terlibat langsung dalam persoalan Papua (West Papua). Amerika Serikat, Belanda, dan PBB telah terlibat dalam persoalan Papua. Itu fakta sejarah yang sulit kita abaikan.


Dengan tepat dan benar  Pendeta Dr. Karel Phil Erari telah menyampaikan: “Bagi Papua, konstruksi konflik berdimensi lokal, nasional dan internasional. Dengan konstruksi seperti itu, maka upaya melakukan perdamaian atau “peace building” agar tercipta keamanan yang utuh dan konprehensif, hendaknya melibatkan tiga komponen yang terkait dalam sejarah “perang dingin” di Papua. Mengapa, karena upaya membangun perdamaian demi keamanan bagi rakyat Papua, hanya akan sementara dan rapuh jika akar persoalan dan pihak-pihak yang terlibat dalam sejarah “perang dingin” itu berada di luar konstruksi perdamaian yang hendak dibangun. Kelompok Internasional itu termasuk Belanda, Amerika Serikat dan PBB. Ketiga pihak ini telah terlibat secara langsung dan terbukti dalam suatu konspirasi internasional yang mendukung suatu praktik Act of Free Choice yang bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum Internasional. Praktik pelaksanaan PEPERA dengan sistem perwakilan, memperlihatkan kebohongan publik, karena 1.025 “wakil rakyat” dengan tekanan politik dan militer, dipaksa memilih Indonesia.” (Baca: Erari: Yubileum dan Pembebasan Menuju Papua Baru, Lima Puluh Tahun Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua 26 Oktober 1956-26 Oktober 2006,  hal.182).     

Presiden Republik Indonesia, H.Dr. Susilo Bambang Yudoyono dalam siaran perssnya tentang pertemuannya  dengan Sekjen PBB, Ban Ki-Moon, menyatakan: “ Papua juga kami bahas…” (sumber: detikNews, Bogor, Selasa, 20/03/2012). Menteri Luar Negeri Amerika  Serikat, Hillary Clinton, di Honolulu, Hawaii, 10 November 2011, menyatakan: “Perlu adanya dialog dan reformasi politik berkelanjutan guna memenuhi kebutuhan legal rakyat Papua, dan kami akan mengangkat kembali isu itu secara langsung dan mendorong pendekatan seperti itu.” Pada  Selasa, 31 Januari 2012, Washington,  Juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat,  Ibu Victoria Nuland, menyatakan: “ Kami meminta Pemerintah Indonesia untuk menjamin keamanan dan menjaga proses peradilan berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Tentunya kami juga ingin melihat perkembangan pesat di Provinsi Papua.” (sumber: MetroNews.com).

Seorang teman  saya, Menteri  di salah satu Negara di Eropa menyurat kepada saya pada 28 Juli 2008.  “ Pak Socratez, saya sangat senang bahwa saya harus membantu Anda dan rakyat Anda. Saya harap orang-orang lain juga mendengarkan perjuangan Anda untuk mencapai harapan kebebasan, keadilan yang akan menjadi kenyataan itu. Masalah rakyat Papua Barat sangat berat bagi Indonesia. Anda berdoa, karena saya akan membahas masalah rakyat Papua dengan teman-teman di Partai kami.”

Sedangkan Ibu Dr. Caroline Lucas, MEP menyurat kepada saya pada 08 Agustus 2008. “…saya memohon kepada Anda, sampaikan pesan saya kepada orang-orang asli Papua Barat, “penentuan nasib sendiri adalah hak orang Papua Barat dan akan mendapat kesempatan untuk memilih masa depan mereka sendiri. Pada saat itu banyak orang berdiri dalam solidaritas dengan semua orang di seluruh dunia dan orang Papua Barat tidak akan dilupakan.”

Sementara teman akrab saya, Prof. Bishop Lord Harries of Pentregarth anggota House of Lord dari Parlemen Inggris,menyurat pada 30 Juli 2008 kepada saya. “Saya dan teman-teman di Inggris sangat senang dapat melakukan apa yang kami dapat lakukan untuk orang-orang Papua Barat. Yakinlah bahwa kehendak baik kami, doa-doa dan dukungan kami dalam perjuangan rakyat dan bangsa Papua Barat untuk masa depan yang lebih baik.”

Uskup Dr. Desmon Tutu dari Gereja Anglikan, jauh-jauh dari Afrika Selatan dan Uskup  Dr. Sephania Cameeta dari Namibia menyampaikan seruan moral dan suara kenabiaan kepada Sekjen PBB untuk menyinjau kembali kepalsuan pelaksanaan PEPERA 1969 di Papua Barat.   Uskup  Tutu, menyikapi   keprihatinannya kelangsungan hidup dan masa depan penduduk asli Papua sebagai berikut. “ Orang-orang Papua Barat telah dikhianati hak-hak dasar mereka, termasuk hak dasar untuk penentuan nasib sendiri. Teriakan mereka untuk keadilan dan kebebasan telah jatuh pada telinga-telinga tuli di Jakarta. Saya akan bersama mereka dalam doa saya tentang kebutuhan perjuangan mereka”.  Sedangkan Uskup Dr. Sephania Cameeta dari Namibia waktu berkunjung ke Papua pernah berkata: “ Selama ini saya berusaha untuk memahami dan mengerti tentang situasi umat Tuhan di Tanah Papua Barat melalui berita-berita surat kabar dan media internet. Sekarang,  saya telah melihat langsung bahkan mengalami sendiri betapa beratnya penderitaan yang dialami oleh umat Tuhan di sini”.

Dr. George Junus Aditjondro  menyatakan: “Persoalan di Papua sudah sangat sulit untuk diselesaikan. Karena itu, tidak ada pilihan lain, selain mengikuti gejolak tuntutan masyarakat Papua yang menginginkan Referendum. Dan secepatnya pemerintah Indonesia angkat kaki dari Tanah Papua. Hanya referendum yang dapat menentukan apakah orang Papua masih ingin menjadi bagian dari Indonesia atau tidak” ( Komentar George saat peluncuran buku berjudul: “West Papua: Persoalan Internasional”, di Kantor Kontras Jakarta, Kamis, 3/11/2011).

Pada tanggal 3 Mei 2007,  Gereja-gereja di Tanah Papua menyatakan bahwa Pelaksanaan Otonomi Khusus di Papua  menjadi masalah baru dan mengalami kegagalan. Maka, solusinya ialah “Dialog yang jujur dan damai seperti penyelesaian kasus Aceh. Dialog tersebut dimediasi oleh pihak ketiga yang netral dan yang diminta dan disetujui oleh Orang Asli Papua dan pemerintah Indonesia.”  Pada tanggal 3-7 Desember 2007, seluruh Pimpinan Agama dan Gereja dalam Lokakarya Papua Tanah Damai mendesak agar pemerintah Indonesia “segera menyelesaikan perbedaan ideologi di Papua dengan sebuah dialog yang jujur dan terbuka antara pemerintah pusat dan Orang Asli Papua dengan melibatkan pihak ketiga yang netral dan disetujui oleh kedua belah pihak”.

Pada 22 Oktober 2008, Gereja-gereja di Tanah Papua menilai bahwa “Masalah pro dan kontra terhadap pelaksanaan PEPERA tidak akan bisa diselesaikan dengan cara pemblokiran jalan, penangkapan, penahanan, atau pemukulan yang dilakukan oleh aparat keamanan. Menangkap, mengadili dan memenjarakan semua orang Papua pun tidak akan menyelesaikan persoalan PEPERA. Kami percaya bahwa kekerasan sebesar apapun tidak pernah akan menyelesaikan persoalan PEPERA ini. Oleh sebab itu, untuk mencegah segala bentuk kekerasan dan agar orang Papua tidak menjadi korban terus-menerus, kami mengusulkan agar masalah PEPERA ini diselesaikan melalui suatu dialog damai.”

Pada tanggal, 14-17 Oktober 2008, Konferensi Gereja dan Masyarakat  menyatakan, “Pemerintah Pusat segera membuka diri bagi suatu dialog antara pemerintah Indonesia dan Orang Asli Papua dalam kerangka evaluasi pelaksanaan UU No. 21 tahun 2001 tentang OTSUS dan Pelurusan Sejarah Papua. Menghentikan pernyataan-pernyataan stigmatisasi ’separatis, TPN, OPM, GPK, makar’ dan sejenisnya yang dialamatkan kepada Orang Asli Papua dan memulihkan hak dan martabatnya sebagai manusia ciptaan Tuhan sehingga azas praduga tak bersalah harus sungguh-sungguh ditegakkan.”

Pada tanggal 18 Oktober 2009 dinyatakan, “Untuk mencegah segala bentuk kekerasan dan agar orang Papua tidak menjadi korban terus-menerus, kami mengusulkan agar masalah PEPERA 1969 ini diselesaikan melalui suatu dialog damai. Kami mendorong pemerintah Indonesia dan orang Papua untuk membahas masalah PEPERA ini melalui dialog yang difasilitasi oleh pihak ke tiga yang netral. Betapapun sensitifnya, persoalan Papua perlu diselesaikan melalui dialog damai antara pemerintah dan orang Papua. Kami yakin bahwa melalui dialog, solusi damai akan ditemukan.” Pada 12 Agustus 2010, para pemimpin Gereja di Tanah Papua dalam pernyataan moral dan keprihatinan menyatakan, “Para pemimpin Gereja-gereja di Tanah Papua menyerukan untuk segera diadakan dialog nasional untuk menyelesaikan masalah-masalah di Tanah Papua secara adil, bermartabat, dan manusiawi yang dimediasi oleh pihak ketiga yang lebih netral.” Pada 10 Januari 2011, Komunike Bersama Para Pemimpin Gereja di Tanah Papua mendesak pemerintah RI untuk segera melakukan dialog dengan rakyat Papua guna menyelesaikan ketidakpastian hukum dan politik di Tanah Papua yang menjadi akar dari konflik yang berkepanjangan dan telah menyengsarakan umat Tuhan di tanah ini. Pada 26 Januari 2011, para pemimpin Gereja-gereja di Tanah Papua menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk membuka diri untuk berdialog dengan rakyat asli Papua yang dimediasi pihak ketiga yang netral.

Persekutuan Gereja-gereja Di Indonesia (PGI) dalam Sidang Majelis Pekerja Lengkap di Tobelo, 04-08 Februari 2011 menyatakan: “mendengarkan jeritan rakyat Papua mengenai harkat dan martabat mereka dan berbagai persoalan kemanusiaan lainnya sebagai akibat kegagalan UU Otonomi Khusus, serta memberi perhatian serius terhadap kritik-kritik yang disampaikan oleh gereja-gereja di Tanah Papua terhadap proses-proses pemerintahan, politik dan sosial. Memperhatikan secara sungguh-sungguh desakan gereja-gereja di Tanah Papua bersama Masyarakat Adat Papua untuk mewujudkan dialog Papua-Jakarta.    Dalam Position Paper Pokja Papua-PGI Tentang  Masalah Papua pada nomor 3 point b menyatakan: “ Mendesak Dialog Nasional sebagai flatform demokrasi untuk menemukan solusi terbaik, adil dan terhormat bagi rakyat yang merasakan dirinya “dijajah” sejak 1969".  Dewan Gereja se-Dunia juga mendukung dialog damai yang dimediasi pihak ketiga. Dewan Gereja-Gereja Reformasi Se-Dunia mendukung referendum bagi penduduk asli Papua Barat.

Kalau dibaca dan diperhatikan dengan teliti dan cermat tentang seruan moral dan advokasi pastoral serta suara kenabian yang disampaikan oleh Gereja-gereja di Papua dengan menekankan bahwa “DIALOG ANTARA RAKYAT PAPUA DAN PEMERINTAH INDONESIA DIMESIADI PIHAK KETIGA  YANG NETRAL” itu berarti pesan moral Gereja-gereja di Papua telah menjadi terang  bagi kita semua bahwa masalah  Papua adalah persoalan yang berdimensi internasional.

Saudara-saudara para pembaca setia opini: “Harapan bahwa sejarah dunia ini sedang dikendalikan oleh Tuhan. Bagi Tuhan tidak ada satu perkara yang mustahil. Yang tidak mungkin bagi manusia menjadi mungkin bagi Tuhan. Maka di atas kepercayaan seperti itu, Tuhan akan bertindak pada waktu-Nya. Inilah harapan, dan itulah iman kita.” Karena itu ijinkanlah saya terus mengutip nubuatan ini. “Di atas batu ini saya meletakkan peradaban orang Papua, sekalipun orang memiliki kepandaian tinggi, akal budi, dan marifat tetapi tidak dapat memimpin bangsa ini. Bangsa ini akan bangkit dan memimpin dirinya sendiri.” (Pdt. Izaac Samuel Kijne, Wasior, Manokwari, 25 Oktober 1925).
*Penulis:  Ketua Umum Badan Pelayan Pusat Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua

Selasa, 27 Maret 2012

Australia Ingin Tahu Situasi Papua

Foto ilutrasi
Kedubes Australia Pertemuan Tertutup dengan MRP  dan Komnas Ham
Jayapura Bintang Papua---Perkembangan situasi  akhir-akhir ini di Papua, mulai menarik perhatian   Negara luar.  Terbukti, dalam satu bulan terakhir ini,  sudah dua negara asing mengutus Kedutaan Besarnya (Kedubesnya) ke Papua dan Papua Barat.  Jika sebelumnya Kedubes Belanda, kini giliran Kedubes Australia mengunjungi Papua.  Ya, Selasa (27/3) kemarin sore,  Kedubes Asutralia diwakili  Ralph Gregory  sebagai  Konselor Bidang Politik, didampingi Emily Whelan yang juga merupakan Sekretaris II dari Kedubes Australia melakukan pertemuan dengan Majelis Rakyat Papua (MRP)  dan pihak Komnas HAM Papua. Di MRP Kedubes diterima Wakil Ketua I, Pdt. Hofni Simbiak, S.Th. 

Sayangnya pertemuan antara Kedubes Australia dengan MRP yang berlangsung di Kantor MRP di Kotaraja ini secara tertutup, sehingga bagaimana suasana pertemuan tersebut tidak sempat terekam para awak media.
Namun Wakil Ketua I, Pdt. Hofni Simbiak, S.Th kepada para awak media usai pertemuan tertutup dengan pihak Kedubes Australia, mengatakan,  pertemuan ini dalam rangka kunjungan kerja ke Provinsi Papua dan Papua Barat, untuk mengetahui situasi yang terjadi di atas Tanah Papua, dan kunker kali ini merupakan kunjungan rutin setiap tahun dari Pemerintah Australia yang mengutus Kedubesnya.
Dikatakan, kedatangan Kedubes Asutralia kali ini untuk meminta masukan dan saran dari seluruh komponen atau stokeholder yang ada di Papua, yakni mengetahui perkembangan pembangunan di Tanah Papua. “Jadi, selain itu juga terkait proses pelaksanaan UP4B, dimana Kedubes Australia menanyakan sudah sejauh mana sosialisasi terhadap pelaksanaan UP4B tersebut dan apakah sudah diketahui oleh seluruh rakyat Papua,” katanya.
Lanjutnya,  tiap daerah pemekaran baru baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota juga harus dibentuk atau dibuka Kantor Cabang MRP di tiap-tiap daerah pemekaran baru tersebut, tapi dengan catatan harus melalui persetujuan MRP induk. Hofni mengatakan, tentang Perdasus Pilgub harus dibahas secara bersama-sama menyangkut keaslian orang asli Papua dan yang dianggap sebagai orang asli Papua, dikarenakan masalah Perdasus Pilgub Papua adalah sesuatu hal yang sangat penting dan mendasar, supaya kita bisa memiliki pemimpin atau kepala daerah definitif bukan lagi karateker yang diperpanjang terus-menerus oleh Pemerintah Pusat.
“Kalau untuk proses pelaksanaan dari UP4B kedepannya, apakah akan dibuatkan juga suatu Peradasus dan segala permasalahannya itu harus terlebih dahulu dibahas, dimana kami selaku lembaga kultural dari orang asli Papua juga memiliki hak untuk menyampaikan pendapat-pendapat terkait proses pelaksanaan dari UP4B tersebut,” jelas Hofni Simbiak kepada wartawan, kemarin sore.
Hofni Simbiak menyatakan, kalau terkait penyelenggaraan Pilgub Papua hingga saat ini belum jelas pelaksanaannya apakah di KPU Papua atau di DPR Papua, maka itu pihaknya menyarankan kepada Penjabat Gubernur Papua, KPU Papua maupun DPR Papua datang menemui kami untuk menjelaskan permasalahan apa yang sebenarnya terjadi, sehingga proses Pilgub Papua tidak bisa berjalan sesuai mekanisme.

MRP merasa cemas dengan adanya masalah ini akan semakin berlarut-larut bila tidak segera dibicarakan secara baik-baik, dimana yang akan menjadi korban pastinya adalah rakyat Papua. “Kalau memang dalam Perdasus Pilgub Papua masih ada kesalahan atau kekurangan, maka secepatnya harus dibahas guna bisa diperbaiki demi terwujudnya pelaksanaan Pilgub Papua yang damai dan aman,” pungkasnya.
Selain di MRP, Kebubes Australia juga mendatangi komnas HAM Papua di Jayapura . Mereka diterima  Sekretaris Komnas HAM) Papua Frits Ramandey beserta anggota komnas HAM lainnya.
Dalam kunjungan Kedubes Australia tersebut membahas antar lain tentang poin – point penting hak asasi orang Papua di tanah Papua, mengingat akhir – akhir ini di Papua sudah ratusan orang asli Papua jadi korban dan meninggal dunia percuma akibat konflik politik. Selain itu juga terkait status hukum dari lembaga Komnas HAM di Papua sendiri , dan juga orang – orang Papua yang berada di Negara Australia .

Dari beberapa poin di atas Sekretaris Komnas HAM Papua Frits Ramandey ketika dikonfirmasi wartawan usai kegiatan Selasa (27/3) menjelaskan,” untuk masalah hak asasi bagi orang Papua memang di Papua saat ini pelanggaran HAM seperti yang sudah di audit sangat banyak, namun pelanggaran HAM ini merupakan korban politik. seperti yang terjadi di Puncak hampir ratusan orang kehilangan nyawa karena konflik yang terjadi dan penyebabnya adalah politik , seperti dalam pemilukada di mana satu partai memberikan dukungan kepada dua calon kandidat yang mengakibatkan konflik antara kedua pendukung kandidat .

Sementara mengenai status hukum dari Komnas HAM Papua sendiri Komnas Ham menjelaskan kalau Komnas HAM Papua sudah mengajukan draf ke pemerintah Papua melalui jalur Hukum serta ke DPRP Papua sehingga bisa mendapatkan status hukum yang kuat untuk tetap berada dan membantu mengatasi masalah HAM orang Papua , serta mendapat dukungan perdasi dan perdasus. “Untuk itu kami berharap agar secepatnya mendapat status hulum dari lembaga pemerintahan propinsi papua.karena sperti yang tertuang di dalam UUD Otsus Komnas HAM juga mengatur tentang hak orang asli Papua,”katanya .

Selain itu juga kedatangan kedubes sekalian menjadi pertanyaan bagi lembaga Komnas HAM tentang orang asli Papua itu sendiri yang berada di negara Australia, dan mereka menjawab bahwa mereka juga akan memperhatikan orang kulit hitam yang ada di negara Autralia tak terkecuali orang asli Papua  dengan memberikan perlindungan hukum serta kebebasan . Dan kedua utusan KEDUBES Australia ini juga menyampaikan agar dari lembaga MRP ada perwakilan yang berada di Australia untuk memperjuangkan hak orang Papua di Australia serta mengurus hak orang Papua di Australia, juga selain itu bisa mempelajari bagaimana membela Hak – Hak orang Papua. (cr-36/Cr32/don/l03)

Pengadilan Pengkhianatan mengancam hak-hak dasar Orang Papua

Opinion: Maire Leadbeater  -- published nzherald.co.nz

Foto Ilutrasi
Mendeklarasikan komitmen untuk kebebasan bukan' pengkhianatan 'dalam bangsa saya ", kata Maire.
Pada tahun 1961 masyarakat asli Papua Barat sedang mempersiapkan kemerdekaan dan memilih bendera nasional mereka: merah, putih dan biru 'Bintang Kejora'. Mereka masih di bawah kontrol kolonial Belanda, tetapi bendera mereka seperti Maori menentukan nasib sendiri bendera, mewakili aspirasi mereka untuk masa depan dan kebanggaan nasional mereka.
Hanya setahun kemudian Belanda menyerah pada bahasa Indonesia dan Amerika Serikat dan tekanan setuju untuk menyerahkan koloni mereka ke administrasi PBB yang dengan cepat digantikan oleh pemerintahan Indonesia. Apakah rencana dekolonisasi Belanda tinggal di jalur Papua Barat akan mencapai kemerdekaan pada tahun 1970 - lebih awal dari mereka tetangga Papua Nugini.
Di bawah pemerintahan Indonesia bendera ini dilarang, tetapi orang Papua Barat tidak pernah berhenti menampilkan itu.
Tanpa kekerasan perlawanan terhadap kekuasaan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mengungsi metode militer, dan Papua Barat juga berusaha untuk mengingatkan masyarakat internasional hak asasi mereka untuk penentuan nasib sendiri. Ada dukungan sejarah yang kuat untuk klaim mereka bahwa di Indonesia 1969 'Act of Free Choice' yang disebut dilakukan di bawah tekanan ekstrim sementara negara-negara Barat termasuk Selandia Baru berpaling.
Sekarang pengadilan baru saja menyimpulkan di Jayapura, ibukota Papua Barat, dengan vonis keterlaluan yang mungkin datang untuk menandai titik balik, seperti yang sedang banyak dikutuk.
Forkorus Yaboisembut, yang dengan bangga mengenakan dasi Bintang Kejora ke pengadilan setiap hari, dan empat rekannya diadili dengan tuduhan pengkhianatan, dan kini telah dihukum tiga tahun penjara. Forkorus, Edison Waromi, Selfius Bobii, Agus Kraar, dan Dominikus Sorabut, ditangkap 19 Oktober lalu, karena peran mereka dalam mengorganisir 3 seluruhnya terbuka hari pertemuan beberapa 5000 orang Papua yang terdiri dari semua distrik.
Pada kesempatan ini para peserta memutuskan untuk mengumumkan kemerdekaan, dan Forkorus Yaboisembut untuk memilih, yang memimpin Majelis Adat Papua, sebagai Presiden baru mereka, bersama Edison Waromi sebagai Perdana Menteri. Mereka meminta Indonesia dan masyarakat internasional untuk menghormati panggilan mereka.
Ada polisi sangat mengancam dan kehadiran militer di seluruh Kongres sehingga finale harus dilihat sebagai ekspresi kuat keyakinan Papua di masa depan dan sebagai bukti optimisme mereka. Mendeklarasikan komitmen untuk kebebasan bukan 'pengkhianatan' dalam bahasa saya.
Ada malah harus menjadi percobaan bagi mereka bertanggung jawab atas peristiwa mengerikan yang mengikuti Kongres. Sebagai peserta bersiap-siap meninggalkan tempat udara terbuka polisi melepaskan tembakan langsung dari operator personil lapis baja mereka. Setidaknya 3 orang tewas dalam darah dingin. Peserta ditangkap, dipukuli ditendang dan dipaksa untuk merangkak ke tengah lapangan. Sekitar 90 mengalami luka-luka dan 300 orang ditangkap secara sewenang-wenang. Acara ini difilmkan dengan detil dari dekat oleh orang-orang muda pemberani yang mempertaruhkan keselamatan mereka sendiri untuk memastikan bahwa bukti yang dapat diposting di Youtube.
Beberapa bahasa Indonesia 17 personil polisi sejak menerima 'sanksi administratif' dalam sidang disiplin internal tapi itu tidak pertanggungjawaban atas pelanggaran berat 19 Oktober 2011.
Amnesty dan Human Rights Watch mengatakan bahwa Indonesia menentang komitmennya menandatangani kontrak dengan Konvensi Internasional yang melindungi hak atas kebebasan berpendapat dan berekspresi dan hak untuk berkumpul secara damai. Sebaliknya Indonesia menyeret keluar era pengkhianatan hukum kolonial tua yang tampaknya akan digunakan hanya untuk kasus-kasus perbedaan pendapat damai dan terutama di Papua Barat.
Tak seperti biasanya, Menlu AS Hillary Clinton berbicara November lalu tentang kekerasan dan penyalahgunaan hak asasi manusia di Papua Barat. Dia menganjurkan dialog dan reformasi damai untuk Papua Barat. Menteri Luar Negeri McCully mengatakan kepada organisasi saya bahwa Selandia Baru juga prihatin tentang tuduhan pelanggaran hak asasi manusia dan bahwa Pemerintah Selandia Baru akan mengikuti perkembangan pengadilan 'Jayapura Lima. "
Tapi, seperti pada hari-hari buruk ketika Indonesia menduduki Timor Timur, kata-kata yang menjadi perhatian tidak akan memotong mustard. Apa yang membuat perbedaan bagi orang Timor Timur itu potong hubungan militer ke Indonesia. Selandia Baru kembali hubungan pertahanan dengan Indonesia pada tahun 2007, mengabaikan fakta bahwa militer tidak direformasi atau telah bertanggung jawab atas kejahatan HAM masa lalu.
Dibandingkan dengan Australia dan pertahanan Amerika link itu adalah skala hal-hal kecil seperti pertukaran perwira bilateral, tetapi merupakan segel ketidaklayakan persetujuan Kami juga menawarkan pelatihan di Community Policing ke Kepolisian di Papua Barat.
Analisis laporan pelatihan dan dokumen evaluasi independen dari program ini menunjukkan bahwa kita tidak mengajarkan keterampilan hukuman. Saya percaya pelatih memiliki niat baik. Namun, dalam konteks sangat represif Papua Barat, masukan Selandia Baru tampaknya telah dihukum ujung dipertanyakan. Satu indonesian polisi mengatakan ia telah bekerja keterampilan dan pendekatan diajarkan oleh Polisi Selandia Baru untuk menyelesaikan kerusuhan politik di daerah, di mana 'nasionalis Papua berencana untuk menaikkan bendera Bintang Kejora.
Kami harus akhir polisi dan pelatihan militer dan malah mendesak Indonesia untuk mengambil hukum usang 'pengkhianatan' off pembukuannya. Papua Barat pemimpin berulang kali menyerukan dialog dengan Jakarta dan mereka membutuhkan dukungan dari tetangga mereka Pasifik untuk membantu menemukan resolusi damai untuk konflik yang panjang dan tragis.
* Maire Leadbeater adalah juru bicara Indonesia Komite Hak Asasi ManusiaOleh Maire Leadbeater

Barak Sope Berjanji untuk Menjadi penyebab Masalah Papua Barat

Saya berterima kasih kepada mereka atas kepercayaan mereka telah memberikan saya dan berjanji bahwa saya tidak akan mengecewakan mereka. Mungkin dengan pengalaman saya sebelumnya dengan kasus New Hebrides, kasus Kanaky dan masalah Timor Timur kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk mengatasi masalah Papua barat ("Barak Sope")

Barak Sope (foto ilutrs)
PORT VILA, Vanuatu (WPNCL) ----- Menjadi pembela kemerdekaan Vanuatu, Timor Leste, Kanaky, Papua Barat dan Tahiti itu menyakitkan hati nurani saya ketika saya telah belajar apa yang pemerintah lakukan saat ini dalam hubungannya dengan masalah Papua Barat.
Pertama itu memungkinkan pemerintah Indonesia untuk menjadi seorang pengamat dari MSG. Apakah kebijaksanaan yang memungkinkan pelaku terburuk dan pembunuh saudara sendiri dan saudari kita di Papua Barat untuk duduk bersama kami di MSG dan mengunci keluar korban, orang yang sangat Papua yang ingin kita lindungi. 


Hal berikutnya mereka menandatangani perjanjian kerjasama yang akan tutup mulut kesediaan kita untuk berbicara bagi masyarakat Papua. Saya tidak siap untuk hidup dengan hati nurani bersalah mengetahui dengan baik bahwa tindakan saya berkontribusi pada terus penderitaan orang Papua Barat. Saya sangat yakin setiap Vanuatu Ni akan setuju dengan saya. 

Saya cukup untuk sementara mencoba untuk menjalani hidup tapi melihat bagaimana pemerintah menangani masalah ini, saya memutuskan untuk pribadi masukkan kembali politik. Ini adalah masalah yang sangat dekat dengan hati saya dan selama saya masih di sini saya tidak akan membiarkan rakyat Papua Barat, Kanaky dan Tahiti bawah. Aku akan berdiri oleh mereka. Khusus untuk Papua Barat saya harus mengingatkan orang-orang kami Vanuatu bahwa Indonesia terus membunuh dan merampok mereka dari sumber daya mereka yang kaya alam. 
Semua orang yang menerima uang dari Indonesia atau mendapatkan bantuan dari Indonesia harus menyadari bahwa mereka mendapatkan uang Anda adalah uang darah. Pertanyaan besar adalah apakah Anda siap untuk dilihat sebagai bagian dari perampokan itu? Rakyat Papua Barat meminta saya melalui organisasi mereka Koalisi Nasional Papua Barat untuk Pembebasan untuk bergabung dengan mereka sebagai anggota Papua Barat baru saja dibentuk Komite Dekolonisasi untuk membawa masalah ini ke PBB. 

Saya berterima kasih kepada mereka atas kepercayaan mereka telah memberikan saya dan berjanji bahwa saya tidak akan mengecewakan mereka. Mungkin dengan pengalaman saya sebelumnya dengan kasus New Hebrides, kasus Kanaky dan masalah Timor Timur kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk mengatasi masalah ini sekali dan untuk semua. Seperti yang saya siapkan untuk menemani delegasi Papua Barat Dekolonisasi Komite untuk mengajukan petisi kepada Komite Dekolonisasi PBB, saya mendorong Anda, semua orang Vanuatu untuk mendukung inisiatif ini. Setiap badan meragukan komitmen saya dapat memeriksa catatan saya.