Sabtu, 10 Maret 2012

Mafia Espresso

Judul: Mafia Espresso
Penulis: Francisca Todi
Penyunting: @angtekkhun
Penerbit: Gradien Mediatama
Tahun: 2012 
Hlm: 320
ISBN: 9786022080411


Review:

Pagi itu hari Sophie Pieters penuh dengan kesialan. Sophie terlambat pergi ke kantor padahal ada presentasi yang harus ia tunjukkan pada klien penting. Tapi dalam perjalanan ada 'seorang idiot yang menjengkelkan' menabrak bemper belakang mobilnya. Sialnya lagi, 'idiot' tadi rupanya calon kliennya, Antonio Azzaro.

Bos Sophie tanpa sadar menceritakan kesialan Sophie pagi itu di depan klien mereka dan mengutip julukan Sophie kepada Antonio; 'seorang idiot yang menjengkelkan'. Antonio yang tidak terima penghinaan itu segera mengancam Sophie untuk menjadi guidenya selama sebulan dirinya berada di Belanda, jika tidak Sophie bisa mengucapkan selamat tinggal kepada kontrak produknya. 

Saat sedang menemani Antonio, Sophie memergoki Ray berselingkuh dengan gadis berambut merah. Untung keberadaan Antonio mampu mendorong dirinya untuk bersikap anggun dalam menghadapi pertemuan itu. Antonio yang mampu memikat hati Maggie sahabatnya untuk berpihak pada laki-laki itu dan rajin menjodohkan mereka berdua. Kemudian masalah kakaknya Tina yang bekerja terlalu keras sampai ambruk. belum lagi tuntutan bosnya agar Sophie segera membujuk Antonio menandatangani kontraknya. 

Masalah demi masalah datang beruntun menerpa Sophie tapi Antonio selalu ada disisinya dan berusaha membantunya. Semua orang dapat melihat betapa Antonio tergila-gila padanya tapi Sophie masih ragu karena sebenarnya Antonio adalah seorang Mafia. Iya, Sophie mendengar Antonio mengatakannya sendiri maka dari itu Sophie berpikir hubungan mereka tidak akan berhasil.

Seluruh latar suasana dalam novel Mafia Espresso ini penuh dengan guyuran hujan dan secangkir espresso karena Sophie suka sekali minum kopi. Bahkan rasa-rasanya saya mencium aroma kopi saat membaca paragraf yang membahas masalah kopiharum. Saya bisa melihat betapa plotnya terjalin dengan baik dan bahkan ada sedikit twisted di bagian ending yang sangat bagus. Setiap karakter mendapat porsi pas dan penokohannya terdeskripsikan dengan apik. 

I love Antonio tesoro, btw. He's sweet and a true gentleman. Namun kurang terasa chemistry antara Sophie dan Antonio. Mungkin karena Sophie selalu mundur dua langkah apabila Antonio maju selangkah. Yah, memang begitu karakter Sophie, meragukan Antonio yang seorang mafia dan takut karenanya. Walau bisa dimengerti karena Sophie mungkin masih trauma memulai hubungan apalagi setelah kasus Ray. Apabila halaman buku ini lebih banyak, cerita lebih panjang, dan plotnya berlanjut, mungkin chemistry kedua tokoh bisa lebih kuat lagi ya. Hehe. 3 stars out of 5 for Mafia Espresso.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar