Rabu, 11 April 2012

Partikel Kehidupan, Bulan & Bulan Saturnus

astronomi



Terungkap Asal Muasal Partikel Pembentuk Kehidupan



Chicago – Zat organik rumit yang dibutuhkan untuk membentuk kehidupan di Bumi awalnya masih menjadi misteri. Kini para ilmuwan Amerika Serikat (AS) mengaku mengetahui asal usulnya.



Ilmuwan dari NASA Ames Research Center di California dan University of Chicago melakukan simulasi komputer dinamika nebula matahari, awan gas dan debu yang membentuk matahari dan planet.



Hasilnya, ditemukan debu partikel di dalam nebula yang semuanya mengalami kondisi yang dibutuhkan agar organik bisa terbentuk selama periode jutaan tahun.



“Proses ini memiliki potensi menciptakan organik yang kemudian ‘dibuang’ ke permukaan planet,” kata peneliti NASA Scott Sandford.



Campuran organik ini termasuk asam amino, nucleobas dan amphiphile yang merupakan blok pembangun protein, RNA, DNA dan membran sel seperti dikutip UPI.



Hipotesa Baru Asal Usul Bulan



CHICAGO, (PRLM).- Satu tim ilmuwan berbasis di Amerika menemukan bukti baru dalam sampel batu dan tanah dari Bulan yang bertentangan dengan teori terkemuka mengenai bagaimana Bulan terbentuk 4,5 miliar tahun yang lalu.



Teori sebelumnya beranggapan bahwa Bulan terbentuk dari keping-kepingan yang terlempar dari Bumi ketika benda hipotesa sebesar Mars, yang dinamakan Theia, tubrukan dengan planet kita yang masih lebur dan berkembang.



Namun para peneliti di Universitas Chicago itu mengatakan perbandingan kimia isotop atom titanium Bumi dan Bulan mendapati bahwa Bulan hanya terdiri dari bahan yang berasal dari Bumi.



Para ilmuwan itu menjelaskan bahwa ciri-ciri kimia isotop dalam berbagai benda di antariksa seperti planet, bulan dan asteroids – semuanya berbeda, seperti bahan genetika dalam DNA berbeda bagi semua mahluk hidup. Isotop adalah atom dari unsur – seperti titanium dan oksigen—yang kehilangan proton atau mempunyai proton tambahan.



Para peneliti itu mengatakan pengukuran yang mereka lakukan atas isotop titanium dalam sampel dari Bulan dan Bumi mengungkapkan bahwa Bulan dan Bumi mempunyai komposisi isotop identik. Temuan ini mendukung hasil penelitian terpisah sebelumnya yang mencapai kesimpulan yang sama setelah membandingkan isotop oksigen dalam sampel dari Bumi dan Bulan.



Namun, para ilmuwan Universitas Chicago itu mengatakan hasil temuan mereka tidak mengakhiri perdebatan mengenai bagaimana Bulan terbentuk. Ada banyak teori lain, masing-masing mempunyai keunggulan dan kekurangan. Sebagai contoh, penulis hasil penelitian itu mengatakan mungkin saja – walaupun hampir mustahil – bahwa Theia mempunyai komposisi yang sama dengan Bumi.(A-88/voa)***



Ilmuwan Ungkap Asal Muasal Bulan Saturnus



Chicago – Bulan Saturnus, Lapetus, memiliki fitur yang sangat menonjol. Bulan ini memiliki bentuk menyerupai kenari raksasa. Kini, para ilmuwan mengaku berhasil memecahkan misteri itu. Ingin tahu?



Para astronom Amerika Serikat (AS) mengatakan, bentuk aneh ini merupakan sisa-sisa dari bulan kuno. Rangkaian pegunungan mengelilingi Lapetus. Hal ini tak ada yang menyerupai di tata surya.



Pegunungan setinggi 19 km dan lebar 194 km ini membentuk Lapetus hingga menyerupai kenari.



“Dinding es setebal 20km ini menjadi dalang yang membuatnya berbentuk seperti ini,” kata ilmuwan planet Andrew Dombard dari University of Illinois seperti dikutip UPI.



Saat masih ada sub-satelit, gravitasi Lapteus menariknya dan membuat punggung bulan ini hancur dan berbentuk kenari. Pembentukan ini nampaknya butuh waktu singkat, tentunya dalam ‘singkat’ kosmik atau dalam skala abad dalam ukuran manusia, tutupnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar