Sabtu, 21 April 2012

Sepak Terjang Sosok Dahlan Iskan

Dahlan IskanDahlan Iskan (lahir di Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 1951; umur 60 tahun), adalah CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Group, yang bermarkas di Surabaya. Ia juga adalah Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009. Pada tanggal 19 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, Dahlan Iskan diangkat sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara menggantikan Mustafa Abubakar.



Dahlan Iskan dibesarkan di lingkungan pedesaan dangan kondisi serba kekurangan. Orangtuanya tidak ingat tanggal berapa Dahlan dilahirkan. Dahlan akhirnya memilih tanggal 17 Agustus dengan alasan mudah diingat karena bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia. Dahlan Iskan pernah menulis buku berjudul Ganti Hati pada tahun 2008. Buku ini berisi tentang penglaman Dahlan Iskan dalam melakukan operasi cangkok hati di Cina. Selain sebagai pemimpin Grup Jawa Pos, Dahlan juga merupakan presiden direktur dari dua perusahaan pembangkit listrik swasta: PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power di Surabaya.



Karier Dahlan Iskan dimulai sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda (Kalimantan Timur) pada tahun 1975. Tahun 1976, ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang. Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar. Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia yang memiliki 134 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia.



Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta. Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru.



Sejak awal 2009, Dahlan adalah sebagai Komisaris PT. Fangbian Iskan Corporindo (FIC)yang akan memulai pembangunan Sambungan Komunikasi Kabel Laut (SKKL) pertengahan tahun ini. SKKL ini akan menghubungkan Surabaya di Indonesia dan Hong Kong. Dengan panjang serat optik 4.300 kilometer.



Sejak akhir 2009, Dahlan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar yang dikritik karena selama kepemimpinannya banyak terjadi mati lampu di daerah Jakarta. Semenjak memimpin PLN, Dahlan membuat beberapa gebrakan diantaranya bebas byar pet se Indonesia dalam waktu 6 bulan, gerakan sehari sejuta sambungan. Dahlan juga berencana membangun PLTS di 100 pulau pada tahun 2011. Sebelumnya, tahun 2010 PLN telah berhasil membangun PLTS di 5 pulau di Indonesia bagian Timur yaitu Pulau Banda, Bunaken Manado, Derawan Kalimantan Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Citrawangan.



Pada tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk sebagai pengganti Menteri BUMN yang menderita sakit. Ia terisak dan terharu begitu dirinya dipanggil menjadi menteri BUMN karena ia berat meninggalkan PLN yang menurutnya sedang pada puncak semangat untuk melakukan reformasi PLN. Dahlan melaksanakan beberapa program yang akan dijalankan dalam pengelolaan BUMN. Program utama itu adalah restrukturisasi aset dan downsizing (penyusutan jumlah) sejumlah badan usaha. Ihwal restrukturisasi masih menunggu persetujuan Menteri Keuangan.



Pejabat yang Merakyat - Menteri BUMN Dahlan Iskan menginap di rumah keluarga petani Hadi Sumarto (60) dan Sarjiyah (57) di Seworan, Triharjo, Wates, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, saat melakukan kunjungan ke Kulon Progo. Dahlan Iskan Tidur di Lantai Tanah Bersama Warga.



Sederhana dan Bersahabat - Menteri BUMN Dahlan Iskan memilih menggunakan sepeda motor untuk menuju Bandara Husein Sastranegara, Bandung usai mengikuti acara Studium General dengan tema 'Menuju BUMN Sebagai Perusahaan Kelas Dunia' di Aula Timur ITB Jalan Ganeca, Sabtu (17/3/2012). Dengan terburu-buru, Dahkan Iskan langsung naik motor Honda Supra Fit R 3961 HE milik mahasiswa Elektro ITB Geni Isno Murti yang sudah siap di depan Aula Barat ITB.



Sang Pendobrak Pintu Tol - Aksi Menteri BUMN, Dahlan Iskan, memang tidak ada habisnya. Cukup mengundang kontroversi sekaligus mendatangkan inspirasi. Setelah laku inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah BUMN di berbagai wilayah, kini giliran aksi heroiknya mendobrak pintu tol menuju Bandara Halim Perdana Kusuma, beberapa waktu lalu. Bukan tanpa alasan, karena pintu tol –menurut Dahlan— yang menjadi biang kemacetan masuk ruas tol.



Salesman e-Toll Card Mandiri - Lain waktu Dahlan Iskan terjun langsung jadi sales e-Toll Card Mandiri di gerbang tol Cililitan 1 pagi ini (16/4/2012). Ditemani sang istri Nafsiah Sabri, Dahlan Iskan bersemangat menjajakan kartu prabayar elektronik seharga Rp 50.000 itu. Meski sering 'dicuekin' mobil-mobil yang lewat dan panas matahari menyengat, senyum lebar tak lepas dari wajah Dahlan. Semuanya demi meningkatkan jumlah pengguna e-Toll Card dari 11% menjadi 20%. Mantan Putri Indonesia, Artika Sari Devi turut menemani aksi Dahlan Iskan jualan e-Toll Card.



Santai dan Siap Melantai - Ada suasana lain dan menarik di Istana Negara pada Kamis (19/4) jelang dugelar rapat koordinasi. Menteri BUMN Dahlan Iskan kembali menyita perhatian. Ia bersedia diwawancara wartawan sambil duduk di lantai lorong. Saat dihadang wartawan, Dahlan malah langsung duduk di lantai untuk diwawancara. Menteri BUMN itu terlihat santai tanpa ada kecanggungan. Setelah menjawab semua pertanyaan wartawan, Dahlan bangkit dari duduk, dan kembali berjalan menuju ruang pertemuan.



Peduli dan Suka Berbagi - Dahlan Iskan mengunjungi kediaman drs Suyadi atau lebih dikenal dengan Pak Raden, pencipta sekaligus pemilik hak cipta film dan boneka Si Unyil. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan akan membantu beban hidup drs. Suyadi bahkan rela menyisihkan gaji bulanannya untuk menghidupi Pak Raden.



Inisiatif dan Kooperatif - Menteri BUMN Dahlan Iskan memuji program rumah murah yang dilaksanakan oleh Kementerian Perumahan Rakyat. Dirinya menyatakan siap mensinkronkan program–program yang ada di BUMN untuk membantu program perumahan di Indonesia. Apalagi ke depan Kemenpera juga memiliki program pembangunan rumah susun di bantaran Kali Ciliwung, Jakarta.



Dari Berbagai Sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar