Minggu, 29 April 2012

KNPB Ngotot Demo, 1 Mei Sebagai Hari Aneksasi

 Mako Tabuni: Polda Jangan Beda-bedakan Kami

KNPB (Bucthar, Mako, Jefri) foto Binpa
Bintang-papua Jyapura – Meski ada pelarangan dari Polda Papua kepada Komite Nasional Papua Barat (KNPB) untuk melakukan aksi demo  1 Mei nanti, namun pihak KNPB tetap ngotot akan menggelar aksi demo damai sesuai yang direncanakannya.

Hal itu sebagaimana ditegaskan Ketua I KNPB, Mako Tabuni didampingi   Juru Bicara Nasional KNPB, Jefri Tabuni dan Ketua KNPB Wilayah Yalimo, Weno Kombo, saat menggelar jumpa pers di Prima Garden Abepura, Sabtu (28/4).  “Pada statement Polda  sebagaimana yang diuraikan di dalam media massa, seakan-akan mengiyakan aksi 1 Mei. Namun  mengapa KNPB tidak. Ini menjadi pertanyaan besar kami KNPB,” ungkapnya.


Hal itu karena yang tidak diijinkan hanya KNPB. “Yang lain diijinkan, namun KNPB tidak, hanya karena KNPB tidak mendaftarkan organisasinya ke Kesbang. Ini kan lucu,” lanjutnya.
Hal itu menurutnya karena memang KNPB bersikap kontra dengan Pemerintah Indonesia dan itu sudah lerlangsung sejak awal berdirinya KNPB. “Kontroversi KNPB dengan pemerintah Indonesia, itu sudah terjadi sejak KNPB terbentuk. Mengapa Kapolda baru mengungkapkan hal itu sekarang,” lanjutnya lagi.
Atas pernyataan Polda Papua melalui Kabid Humas Polda  Papua Kombes Pol  Drs. Yohanes Nugroho W, yang melarang KNPB melakukan aksi demo, pihak KNPB berencana melakukan klarifikasi.  “KNPB dalam waktu dekat akan bertemu, dengan melibatkan seluruh tokoh-tokoh Papua, akan meluruskan hal ini kepada Polda Papua,” ungkapnya.

Sehingga ditegaskan bahwa KNPB akan tetap menggelar aksi demo damai 1 mei besok.  “Dengan demikian kesimpulannya tanggal 1 (1 Mei) KNPB tetap akan melakukan aksi damai,” tegasnya. Sedangkan masalah peralatan atau senjata tajam, dikatakan bahwa pelatan panah dan tombak yang dikatakannya sebagai alat budaya, tetap akan dibawa. “KNPB tidak melakukan hal-hal yang aneh-aneh, KNPB tahu diri, dan KNPB bawa pulang seluruh alat budaya,” jelasnya.

Ditegaskan juga bahwa dalam setiap aksinya KNPB tidak akan mengibarkan Bintang Kejora. “Apabila ada pengibaran BK,  maka itu bukanlah action KNPB. Tapi KNPB tetap akan melakukan protes atas integrasi wilayah Papua ke dalam NKRI,” tegasnya.

Dikatakannya juga bahwa pihaknya akan mengambil alih aset-aset Dewan New Guinea Raad. “Kenapa dipusatkan di Imbi, dalam waktu dekat pula KNPB melalui Dewaan Nasional, KNPB akan merebut aset-aset Dewan New Guinea Raad yang pernah ada untuk digunakan aset dewan nasional yang baru terbentuk,” ungkapnya.

Ditambahkan, pernyataan Kapolda melalui Humas sebagai pernyataan yang mengada-ada. “Dari kami menilai itu terlalu kekanak-kanakan. Mengada-ada. Tidak sesuai  hukum dan perundang-undangan yang ada di NKRI maupun Indonesia sebagai anggota PBB yang telah diakui undang-udang atau hukum PBB,” ungkap Mako Tabuni.
Sebagaimana diketahui bahwa bagi KNPB, 1 Mei besok  merupakan hari aneksasi Papua ke Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Sementara di satu sisi diketahui bawah 1 Mei merupakan hari  integrasi Papua ke NKRI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar