Kamis, 17 November 2011

Papua krisis membayangi kunjungan Obama ke Indonesia

Evi Mariani, The Jakarta Post, Washington, DC
Presiden US Barack Obama
Presiden  US  Obama Barack Obama diperkirakan akan mengangkat masalah hak asasi manusia di Indonesia Papua selama kunjungan kedua ke Indonesia, pada even perekonomian terbesar di Asia Tenggara dan sekutu kunci AS di wilayah Asia yang semakin strategis.

Anggota Kongres AS Eni Faleomavaega, anggota dari subkomite di Asia dan Pasifik di DPR AS, mengatakan kepada The Jakarta Post pada hari Kamis bahwa ia berharap Obama akan mengangkat isu Papua dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama kunjungannya ke Bali untuk KTT Asia Timur.
Faleomavaega mengangkat keprihatinan tentang penembakan fatal pada 19 Oktober di Jayapura selama Kongres Papua Rakyat ketiga, yang menarik kerumunan sekitar 5.000 orang Papua.
Polisi dan militer secara paksa membubarkan dan menangkap 300 orang.
Setidaknya tiga mayat ditemukan di dekat tempat tersebut, yang mengarah ke dugaan bahwa polisi telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia saat membubarkan kongres tersebut.

Pemerintah membantah tuduhan itu, bersikeras bahwa polisi mengikuti prosedur yang benar di putus paksa kongres, yang berisi unsur pengkhianatan, menurut pemerintah Indonesia.

Faleomavaega dan Donald Payne Kongres, anggota ranking dari subkomite di Afrika dan hak asasi manusia, mengatakan bahwa para pemimpin kunci dalam Kongres AS telah meminta bahwa Indonesia "akan bertanggung jawab di hadapan lebih US dana dikeluarkan dalam pelatihan pasukan keamanan Indonesia".
Faleomavaega dan Payne juga meminta pemerintah Indonesia untuk melepaskan tahanan politik Filep Karma, yang dijatuhi hukuman 15 tahun penjara pada tahun 2004 untuk menaikkan bendera Bintang Kejora dilarang, yang dipandang oleh pemerintah sebagai simbol separatisme.
PBB telah menyatakan bahwa penahanan Karma adalah sebuah pelanggaran hukum internasional, New York kelompok hak asasi manusia Kebebasan Sekarang kata.
"PBB Kelompok Kerja untuk Penahanan Sewenang-wenang telah mengeluarkan pendapatnya bahwa pemerintah Indonesia merupakan pelanggaran hukum internasional dengan menahan Filep Karma," kata pengawas dalam siaran pers yang diterima Post pada hari Kamis.

Human Rights Watch (HRW) Berbasis di New York telah menyeruhkan yang sama kepada Obama untuk mengatasi masalah hak asasi manusia di Papua dengan Yudhoyono. "Hubungan pemerintahan Obama memperdalam dengan Indonesia berarti menjadi jujur tentang tantangan hak asasi manusia, yang serius di Indonesia " kata Elaine Pearson, wakil direktur Asia HRW.

Kekerasan terhadap warga sipil di Papua dan pemenjaraan aktivis kemerdekaan telah diambil perhatian dari Amnesty International, Kebebasan Sekarang, sebuah organisasi non-partisan yang bekerja untuk tahanan bebas dari hati nurani, dan Hogan Lovells LLP, sebuah perusahaan hukum internasional.

Koordinasi Politik, Hukum dan Keamanan Menteri Djoko Suyanto, bagaimanapun, mengatakan bahwa masalah Papua tidak akan dibahas baik di Asia Timur KTT ke-6 atau ke-19 KTT ASEAN sebelumnya.

"Ini adalah masalah internal, itu tidak ada hubungannya dengan pola kerja sama ASEAN," katanya seperti dikutip oleh kantor berita Antara.
Faleomavaega mengatakan ia bisa memahami kesulitan yang dihadapi Presiden Yudhoyono ketika ada agenda yang berbeda untuk KTT.

"Namun, itu adalah harapan saya yang tulus bahwa Presiden Obama sendiri yang akan mengangkat isu Papua dengan Presiden Yudhoyono ketika mereka bertemu," katanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar