Selasa, 22 November 2011

Melipatgandakan harta kekayaan

Saudaraku....

Apalah artinya harta kekayaan yang kita buru. Sebenarnya untuk apa sih kita mencari harta kekayaan. Apa yang akan kita perbuat dengan harta kita?

Banyak sekali manusia yang tertipu dengan gemerlapnya kehidupan dunia, banyak sekali manusia yang lalai, sedikit sekali yang bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepadanya. Sudah seharusnya dan selayaknya kita senantiasa bersyukur kepada Allah. Setiap pagi kita memuji Allah yang telah menghidupkan kita kembali setelah mati sementara (tidur), dan hal yang perlu tertanam dalam diri bahwa kita akan kembali kepada Allah.

Kita di sini hanya sementara, hakikat kehidupan sebenarnya yang akan kita alami adalah sesudah menemui kematian, bahagiakah kita? Ataukah sengsara berkepanjangan yang tiada bertepi. Oleh karena itu kita harus pandai bersyukur kepada Allah, berapapun rezeki yang kita dapatkan hari ini. Allah berfirman :
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS. Ibrahim. 7)

Rasa syukur atas harta yang kita peroleh bukan hanya sekadar mengucapkan pujian kepada Allah, akan tetapi diimbangi dengan aksi nyata atas rasa syukur tersebut. Apa itu aksi nyata atas rasa syukur agar Allah menambah kenikmatan yang telah diperoleh. Allah berfriman :

Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)." Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (Q.S Saba: 39)

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah[166] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

[166]. Pengertian menafkahkan harta di jalan Allah meliputi belanja untuk kepentingan jihad, pembangunan perguruan, rumah sakit, usaha penyelidikan ilmiah dan lain-lain.

Sudah banyak yang membuktikan bagaimana aksi nyata ini mampu melipatgandakan kekayaan yang telah diperoleh.
Dikisahkan “ Ali Bin Abi Thalib membawa satu buah delima pesanan untuk istrinya tercinta yang cantik dan Sholehah putri Rasululloh Fatimah Az Zahra yang sedang sakit, di tengah jalan tiba-tiba dia bertemu dengan lelaki tua yang menginginkan buah tersebut, mulanya Ali sangat berat hati untuk memberikan buah delima tersebut karena teringat kepada istri tercintanya Fatimah Az Zahro yang sedang sakit menunggunya dirumah, Ali begitu dilema tetapi tiba-tiba saja Ali ingat dengan janji Allah

“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).” (Q.S Al an`am : 160).

Sesampainya dirumah Fatimah menyambutnya dengan wajah yang berseri, lalu bertanya kepada Ali mengapa engkau murung wahai suamiku? dengan perasaan gundah takut mengecewakan Istrinya akhirnya Ali menceritakan kejadian tersebut kepada Fatimah, Subhanalloh alangkah terkejut Ali ternyata sang istri tercinta Fatimah hanya tersenyum lembut dan tulus seraya berkata, Insya Allah pasti Allah akan mengganti dengan yang lebih baik,

Tak lama berselang benar saja tiba-tiba Salman Al farisi datang membawa sembilan buah delima, dan Ali sempat protes “Wahai Salman kenapa engkau hanya memberi sembilan”, Jika benar ini balasan dari Allah untukku seharusnya berjumlah sepuluh wahai Salman, karena Ali yakin akan balasan dari Allah. Dan ternyata benar rupanya Salman ingin mengujinya dengan menyembunyikan satu buah buah delima dibalik pakaiannya, dan akhirnnya genap menjadi sepuluh.



Share

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar