Jumat, 10 Februari 2012

Konflik Papua harus gunakan pendekatan sosbud


detail
(Foto: Istemewa)

Sindonews.com - Kasus penembakan oleh orang tidak dikenal di kawasan konsesi PT Freeport Indonesia tak kunjung mereda. Beberapa hari yang lalu Briptu Ronald menjadi korban tembakan, kejadian penembakan misterius kembali terjadi pagi yang melukai dua orang warga.

Wakil Komisi III DPR RI Nasir Djamil mengatakan, butuh penyelesaian dengan pendekatan sosial budaya serta terus memperhatikan masyarakat Papua dengan melanjutkan Pembangunan dan memperhatikan kesejahteraannya.

"Pendekatan sosial budaya dan pembangunaan yang berbasis pada aspirasi rakyat Papua tidak boleh berhenti dikerjakan," tutur Nasir saat di hubungi Sindonews, Kamis (9/2/2012).

Nasir menuturkan, pihaknya menduga penembakan yang sering oleh terjadi sampai saat ini belum diketahui pelakunya bermotif ekonomi, selain itu ada unsur balas dendam dengan beberapa kasus yang terjadi

"Menurut saya, penembakan itu bermotif ekonomi dan dimaksud sebagai balas dendam terkait dengan beberapa kasus di Papua," ucapnya.

Nasir mengaku, pelakunya sulit ditangkap karena kondisi alam di Papua yang membuat pelaku mudah lari dan menghilang. Adapun korban luka tembak, yang pertama atas nama Beni Yamamo.

"Korban mengalami luka tembak di bagian dada sebelah kanan dan satu lagi korban atas nama Piter Tumoka luka tembak pada bagian kaki," pungkasnya.

Sampai sekarang pelaku penembakan belum diketahui secara pasti, aparat pun masih melakukan pengejaran. (wbs)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar