Jumat, 17 Februari 2012

Fairy Bad Day

Judul: Fairy Bad Day
Penulis: Amanda Ashby
Penerjemah: Tria Barmawi
Penyunting: Richanadia
Penerbit: Mizan Fantasy
Tahun: 2011 
Hlm: 436
ISBN: 9794336670


Review:

Emma Jones ingin menjadi Pembasmi Naga seumur hidupnya. Ia sudah sering ikut berburu naga bersama Ibunya sejak kecil, bahkan ia bisa melihat naga karena penglihatannya sempurna (Naga adalah makhluk Yang Tak Terlihat dan sebagian besar pembasmi membutuhkannya untuk melihat naga yang terkadang berkamuflase di malam hari)

Namun rupanya ia malah ditugaskan sebagai Pembasmi Periyang omong-omong, makhluk elemental paling tidak berbahaya danseharusnyapaling manis. Sedangkan tugas Pembasmi Naga jatuh ke tangan Curtis Green. Emma Jones mengirim email setiap pagi selama seminggu berturut-turut ke Kepala Sekolah Kessler untuk membuatnya berubah pikiran dalam penugasan, yang tebak, membuatnya dihukum. Well, tidak usah heran, ia kan sedang mati-matian berusaha untuk mendapatkan tugas Pembasmi Naga. 

Selain mengganggu Kepala Sekolah, Emma juga bertingkah menyebalkan terhadap Curtis Green. Ia menyalahkan Curtis karena mendapatkan tugas Pembasmi Naga itu. Padahal Emma dan Curtis menjadi partner latihan tugas lapanganyang artinya Emma harus membantu Curtis memburu naga dan Curtis harus menemani Emma memburu peri-peri kecil yang rupanya sangat menjengkelkan.

Tapi siapa sangka disaat Emma sedang memburu para peri kecil itu sendirian Gerbang Linaria terbuka, dan Peri Pembunuh Raksasamakhluk elemental tak terkalahkanmasuk ke bumi untuk mencari Manusia Suci. Kabar buruknya adalah hanya Emma yang bisa melihatnya!! Siapa kira-kira Manusia Suci itu? Bagaimana cara Emma harus membunuh Peri Pembunuh Raksasa sendirian?

Jujur saja, sekolah khusus anak-anak berbakat sudah tidak orisinal lagi (mengingat kisah epik maha populer Harry Potter dan Hogwartsnya yang penuh keajaiban itu) sempat membuat saya skeptis akan novel Fairy Bad Day ini. Akademi Burtonwood adalah akademi khusus bagi anak-anak yang bisa melihat makhluk elemental. Sebelum kalian bertanya-tanya apa itu makhluk elemental, dulu saat Gerbang Linaria masih terbuka , banyak makhluk elemental yang merayap masuk ke bumi dengan kekuatan kegelapan mereka dan membawa kehancuran di muka bumi. Jadi, anak-anak yang dapat melihat ini kemudian dikumpulkan dan dilatih di akademi Burtonwood untuk menjadi Pembasmi makhluk-makhluk elemental tersebut.

Karakter Emma Jones disini adalah gadis remaja berusia lima belas tahun yang sangat cerdas dan termasuk salah satu murid unggulan. Dengan kemampuannya yang diatas rata-rata itu ia berharap bisa mendapatkan tugas membasmi naga. Jadi ketika tugas tersebut jatuh kepada Curtis, ia menjadi berang dan menyalahkan cowok itu. Menurut saya itu salah satu sifat jelek Emma. Terlepas dari betapa gigihnya ia untuk meraih cita-citanya, ia karakter gadis yang suka merajuk ketika keinginannya tidak terpenuhi. Maksud saya, Curtis kan tidak sepenuhnya salah. 

Disamping itu, ada Loni dan Tyler yang menjadi sahabat Emma sejak mereka berusia delapan tahun. Karakter Loni disini tegas dan cerdas yang sedikit banyak mengingatkan saya pada Hermione. Sedangkan Tyler adalah karakter menyenangkansekaligus satu-satunya cowok dalam lingkaran persahabatan merekayang membuat saya teringat Ron Weasley. Bahkan Emma yang cenderung keras kepala dan jarang mendengarkan saran orang lain ini mulai terlihat mirip dengan Harry. Dan karakter Curtis Green disini salah satu cowok hot, tapi dibandingkan hot saya rasa lebih cocok jika dibilang gentleman.  

Well, disamping kemiripan-kemiripan tersebut sebenarnya kisah fantasi satu ini sangat seru sekali. Yang membuat buku ini seru tak lepas dari gaya bercerita Amanda Ashby yang mengalir lucu. Apalagi kalau karakter Emma yang cenderung impulsif ini sedang berinteraksi dengan para peri-peri lucu, Rupert, Gilbert, dan Trevor. Peri-peri kecil ini punya Napoleon Syndrom, pecinta Skittles, segaul anak mall Jakarta, dan sangat-sangat menyebalkan. Amanda Ashby benar-benar membawa warna baru dalam dunia fantasi. Komedi dalam Fairy Bad Day dan plot yang tersusun rapi yang nyaman dinikmati membuat saya tak ragu untuk memberi 4 bintang!


PS: Thanks to Noura Books telah memilih saya menjadi pemenang hadiah buku ini dalam kuis di twitter @NouraBooks

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar