Jumat, 08 Juni 2012

Surat Terbuka Gerakan Kristen Untuk Perdamaian untuk Papua

Pax Internasional Christi Kristen Perdamaian Gerakan
Australia , Nasional Presiden: Bapa Claude Mostowik MSC61 +2 +9550 3845, 0411 450 953 - E-mail, mscjust@smartchat.net.au

8 Juni 2012
Senator Hon Bob Carr ( Menteri Luar Negeri)
Gedung Parlemen, Canberra
ACT 2600


Hormat Senator Carr,
Pax Christi Australia dan Misionaris Hati Kudus Keadilan dan Perdamaian Pusat (Australia Provinsi) juga sangat prihatin dengan situasi yang memburuk di Papua Barat.  

Situasi ini kuburan sebagai laporan menunjukkan bahwa telah terjadi banyak insiden penembakan dan bentuk kekerasan lainnya di Papua Barat oleh orang tak dikenal, serta serangan terbaru oleh pasukan keamanan di desa Honai Lama, di Wamena.
Dalam serangan terbaru oleh pasukan keamanan, satu orang telah dilaporkan tewas dan sekitar 17 orang terluka. Kepala distrik Jayawijaya mengatakan bahwa pasukan keamanan juga membakar 37 rumah. Kami memahami bahwa serangan terhadap desa adalah serangan balas dendam. Ini dipicu oleh kecelakaan lalu lintas di mana anak bermain di pinggir jalan adalah knocked down oleh dua tentara di sepeda motor dari Kostrad, cadangan strategis Angkatan Darat Indonesia. Penduduk desa menyalakan tentara dan dalam jarak dekat yang mengikuti tentara diseret dari sepeda motor mereka dan seorang tentara tewas sayangnya setelah diduga ditikam.
Saud Usman Nasution, juru bicara polisi nasional, mengatakan setelah tentara jalan kecelakaan dari militer setempat tiba di dua truk dan membalas dendam dengan menembakkan senjata mereka ke arah ke arah warga masyarakat setempat dan pengaturan sejumlah rumah terbakar.
Pax Christi Australia dan Misionaris Hati Kudus Keadilan dan Perdamaian Pusat amat prihatin dengan keduanya, situasi yang tidak stabil dan tegang saat jalan-jalan terus dipatroli oleh personil keamanan, dan untuk keamanan penduduk setempat yang menjadi korban penyiksaan dan perlakuan buruk termasuk, karena saya telah ditunjukkan dalam surat sebelumnya kepada Anda, kekerasan terhadap aktivis politik tanpa kekerasan menggunakan hak mereka untuk mengekspresikan opini politik dan aspirasi mereka. Ini tidak bisa diterima dalam kondisi apapun.
Kami mendesak Anda untuk menghubungi pihak berwenang Indonesia di Jakarta, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, meminta mereka untuk menempatkan kontrol yang efektif pada kegiatan kekerasan dan mengancam pasukan keamanan terhadap rakyat Papua Barat, dan juga mencari segala cara untuk menghindari eskalasi lebih lanjut dari situasi tegang di Papua Barat.


Hormat saya
Bapa Claude Mostowik msc

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar