Kamis, 03 Mei 2012

KNPB Bantah Dalangi Kekerasan di Papua

 Massa melempari rumah-rumah dan kendaraan kemarin malam, seorang warga tewas ditusuk.

Mako Tabuni, penanggung jawab KNPB (VIVAnews/Banjir Ambarita)
VIVAnews - Aksi kekerasan kembali terjadi di Jayapura kemarin malam, Rabu 2 Mei 2012. Massa melempari rumah-rumah dan membakar kendaraan bermotor, seorang warga menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Menurut laporan saksi mata, pelaku diduga adalah orang-orang Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang marah atas tewasnya seorang aktivis 1 Mei lalu. Namun, tuduhan tersebut dibantah oleh organisasi yang belum terdaftar di Kesbang/Linmas ini.

"Kalau dimintai pertanggungjawaban, KNPB siap diperiksa terkait aksi pengrusakan dan tewasnya salah satu warga di Waena, yang terjadi Rabu malam, 2 Mei. Namun, keterangan akan diberikan setelah Polisi melakukan olah TKP," kata Mako Tabuni, penanggung jawab KNPB.


Dia mengatakan, pelaku pengrusakan kendaraan dan perkantoran bukan KNPB melainkan keluarga dari Terjoli Weya, aktivis yang tewas saat menuntut kemerdekaan 1 Mei lalu. Pada pemberitaan sebelumnya, korban tewas pada hari buruh disebutkan bernama Theireli Karobaga, namun menurut laporan terbaru polisi, namanya adalah Terjoli Weya.

“Saya melihat sendiri bahwa massa yang mengamuk adalah keluarga Terjoli Weya, bukan massa KNPB,” terangnya.

Dalam aksi kekerasan tersebut, seorang warga bernama Dedy Kurniawan (28) tewas ditusuk orang tidak dikenal. Dedy sempat meminta pertolongan ke rumah warga dan dioperasi di rumah sakit. Namun lukanya yang parah membuatnya tewas.

Kericuhan tersebut terjadi di ruas Jalan Sentani-Abepura pasca pemakaman Weya di Taman Makam umum Waena Distrik Heram. Weya diduga tewas akibat ditembak, terbukti dari adanya pecahan proyektil di perutnya. Masalah ini masih terus diselidiki aparat.

Saat massa mengamuk, kata Mako, semua warga yang ada di sekitar lokasi lari pontang panting. “Bukan hanya warga pendatang yang berhamburan lari menyelamatkan diri, tapi juga orang asli Papua juga lari masuk ke lorong-lorong," ungkapnya.

Beruntung, sambung Mako, pihak Kepolisian dengan cepat mampu meredam aksi anarkis massa. “Aksi massa bisa kendalikan polisi dengan cepat, sehingga tidak melebar kemana-mana," tutur dia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar