Selasa, 08 Mei 2012

Benny Wenda "Koloni Indonesia yang Tersembunyi" di Oslo Freedom Forum

Benny Wenda ( Berbicara di Forum UK)
Jayapura,-- Oslo Freedom Forum, sebuah forum internasional untuk mengatasi krisis kemanusiaan telah berlangsung sejak kemarin, Senin (7/5) hingga besok (9/5). Konferensi yang telah memasuki tahun keempat ini menjadwalkan Benny Wenda, pendiri International Lawyer for West Papua (ILWP) sebagai pembicara bersama beberapa tokoh Hak Asasi Manusia (HAM) lainnya.

Konferensi tahunan ini diikuti oleh tokoh-tokoh dari Wikipedia dan Google; penulis buku-buku terlaris, seperti The Shadow War, Consent of the Networked, and You Can’t Read This Book, aktivis anti-perbudakan dari Kamboja, Haiti, dan Nepal; pemimpin oposisi dari Ethiopia , Rusia, dan Singapura, serta individu yang menggunakan media seni untuk menyoroti krisis hak asasi manusia, dan aktivis bawah tanah dari rezim di Equatorial Guinea, Pakistan, Arab Saudi, dan Zimbabwe.

Sebagaimana dirilis melalui website oslofreedomforum.com, Benny Wenda akan tampil dalam sesi keempat, hari ini (8/5) dengan tema Spotlight on Repression. Selain Benny Wenda, pembicara dalam sesi keempat ini adalah Tutu Alicante (Equatorial Guinea), Manal al-Sharif (Saudi Arabia), Jestina Mukoko (Zimbabwe) dan Alexey Tikhonov (Kazakhstan). Sesi sebelumnya dalam forum ini telah menampilkan Julia Ormond (Artis Hollywood dan Pemenang Emmy Award), Garry Kasparov (Mantan Juara Dunia Catur), Natalia Pelevine (Penulis Skenario dan Sutradara Teater) dan Jeta Xharra (Jurnalis dan Editor Balkan Investigative Reporting Network's). Benny Wenda sendiri akan berbicara tentang Koloni Indonesia yang Tersembunyi. 

Konferensi  ini menampilkan visioner dari akademisi, advokasi, bisnis, media, politik, kewirausahaan sosial, dan teknologi yang akan menjelaskan beberapa rezim di dunia setidaknya dikenal dan paling represif dan bertukar pikiran tentang cara terbaik untuk mengatasi krisis kemanusiaan.

Oslo Freedom Forum bertujuan untuk membawa isu-isu kemanusiaan ke puncak agenda global selain memberikan ruang untuk berbagai presentasi yang bisa membuka mata dunia terhadap cerita advokasi hak asasi manusia. Forum tahunan yang berbasis di Oslo, Norwegia ini diharapkan bisa mendorong inspirasi dan pertukaran fokus ide tentang masyarakat tertutup yang membutuhkan ruang berbicara serta menumbuhkan dan memberdayakan komunitas internasional.

Tahun ini, konferensi bisa diikuti melalui streaming di http://www.oslofreedomforum.com/live dan update konferensi bisa diikuti di halaman facebook http://www.facebook.com/oslofreedomforum atau twitter @OsloFreedomFrm dengan menggunakan hashtag #OFF12. (Jubi/Victor Mambor)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar