Kamis, 16 September 2010

Mengenal Karakter Dari Situs e-Commerce


Dunia bisnis zaman sekarang erat kaitannya dengan yang namanya Internet. Saat
ini, internet telah menjadi Tool (alat) bisnis yang sangat penting bagi para
entrepreneur. Internet tidak lagi menjadi sarana untuk dunia hiburan maupun
teknik, namun juga menjadi media penting untuk meningkatkan keuntungan berbisnis.




Mengapa Internet menjadi penting? Karena Internet menyediakan berbagai
sarana yang dapat digunakan untuk meningkatkan pemasaran, promosi maupun
penjualan produk tanpa adanya batasan Negara, Waktu, dan Tempat. Itulah alasan
mengapa banyak Perusahaan-perusahaan besar yang membangun sebuah Website hanya
untuk melakukan sebuah Penjualan tiket secara Online dan Mempromosikan Produk
yang mereka jual, mengapa? Karena Internet memiliki fasilitas tanpa batasan
Negara, Waktu, dan Tempat. Karena itu, para entrepreneur yang ingin sukses di
zaman ini wajib memahami Internet, guna menunjang proses Bisnis mereka. Internet
bisa digunakan untuk menunjang pengembangan bisnis (Biasanya Perusahaan) atau
bahkan bisa menjadi Basis dari bisnis mereka (Seperti eBay, Amazone, dll).




Salah satu penerapan bisnis via Internet adalah e-commerce. Adalah
singkatan dari Electronic Commerce, merupakan sebuah transaksi pembelian
dan penjualan baik Produk barang atau jasa melalui sistem elektronik, seperti
Internet dan jaringan komputer lainnya.

Saat ini, jumlah barang dan jasa yang dijual lewat Internet sudah sangat banyak.
Pesatnya perkembangan itu tak lepas dari menjamurnya teknologi untuk melakukan
Transfer uang elektronik, mulai dari transfer lewat Bank, adanya berbagai
variasi teknologi pendukung e-commerce, Seperti Supply Chain Management,
Internet Marketing, Pemrosesan transaksi Online, Electronic Data Interchange,
Sistem Manajemen Inventori,
dan sistem pengumpulan data Otomatis.


 


E-Commerce modern pada umumnya merupakan salah satu tahapan dari jual-beli
secara keseluruhan, yaitu menggunakan Interface Web untuk mengakomodasi salah
satu tahap penjualan.

Pada umumnya, memang demikian keadaannya, Web saja tidaklah cukup. Sebut saja
transfer uang (Pembayaran) yang masih dilakukan antar Bank lokal, sementara
apabila anda membeli sebua barang dari Luar Negeri, pembayaran akan susah untuk
dilakukan. Banyak toko e-Commerce yang menjual barang atau produk berbentuk Non-Fisik,
seperti e-book (Electronic Book), Layanan Konsultasi, dsb. Padahal, sebuah toko
haruslah memiliki sebuah produk yang dapat dipakai atau dilihat secara fisik,
seperti Kasur, Bantal, Selimut, Buku (Hard Copy), Busana, dsb.

Penjual retail melalui media Online biasanya disebut dengan “e-tailer”
untuk mempersingkat namanya agar lebih Familiar dan Mudah diingat, maka
disingkat lagi dengan nama e-tail. Para penjual besar dahulu tidak menggunakan
e-Commerce kini mulai banyak yang memanfaatkan sarana ini.




E-Commerce ditinjau dari pihak yang berkepentingan dapat dibagi menjadi dua,
yaitu:

1. Business to Business (B2B)

2. Business to Costumer (B2C)




Jenis B2B dapat terdiri dari banyak pilihan yang berkepentingan, seperti
pertukaran Komoditas atau partisipan terpilih saja, misalnya pasar Elektronik
Pribadi. E-Commerce sendiri merupakan bagian kecil dari strategi yang lebih
besar lagi dibandingkan dengan Domain bisnis di Internet, yaitu e-business.
E-Commerce hanyalah bagian yang melayani transaksi elektronik atau bisa
dikatakan bagian dari penjualan dari e-business.

 



Penulis:
Azhar Fahrurazi
 | 
http://www.rpraja.co.cc

"Hanya ingin berbagi pengalaman dan Ilmu yang saya punyai kepada orang lain
tanpa meminta imbalan ^_^"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar